Friday, July 14, 2006

PERJALANAN: JAKARTA - CIREBON



Ini adalah jurnal perjalananku di hari ke-86 s.d. ke-87 yang merupakan bagian dari perjalanan bersepedaku seorang diri: JAKARTA – SABANG, NAD – JAKARTA – LARANTUKA, NTT – JAKARTA


Rabu, 12 Juli 2006 (Hari ke-86) Perjalanan ke Arah Timur:

Setelah dua belas hari aku berada kembali di Jakarta, kuputuskan untuk segera melanjutkan kembali perjalanan yang tersisa, yaitu Jakarta – Larantuka, NTT – Jakarta.

Ketika aku tiba kembali di Jakarta setelah melakukan perjalanan Jakarta – Sabang - Jakarta, sebenarnya aku tak ingin berlama-lama di sini. Kujadwalkan agar sesegera mungkin aku bisa melanjutkan perjalanan. Namun, manusia boleh berencana, tak bisa dielakkan, Allah-lah yang menentukan. Yang kulakukan selama di Jakarta bukan cuma untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan melelahkan sejauh lebih dari 8.000 kilometer dalam waktu 74 hari. Aku juga melakukan beberapa persiapan untuk perjalanan berikutnya yang tak kalah jauhnya. Aku harus pontang-panting menghubungi kolega dan beberapa sponsorku agar perjalanan berikutnya mendapat suporting dana yang cukup. Sayang, semua usahaku gagal. Kalau pun aku mendapatkan tambahan dana, itu karena ada beberapa donatur yang peduli atas perjalananku. Meski bekalku minim untuk menuntaskan ekspedisiku hingga kota Larantuka di pulau Flores, aku tidak bersurut langkah. Kubulatkan tekadku dan kumantapkan semangatku sebagaimana ekspedisi-ekspedisiku sebelumnya.

Jam menunjukkan pukul 08.35 WIB saat aku berangkat dari tempat tinggal orang tuaku di daerah Sunter, Jakarta Utara. Iringian doa dari kedua orang tuaku mengawali kayuhan sepedaku. Tak lupa kumulai kayuhan tersebut dengan membaca basmallah dan bertawakal kepada Allah. Harapanku adalah aku bisa kembali lagi ke Jakarta dengan selamat.

Pukul 12 siang aku tiba di kota Karawang. Aku tidak bisa memasuki kota karena jalan menuju kota ditutup sementara oleh aparat keamanan. Aku pun mengikuti jalan yang diarahkan untuk semua jenis kendaraan menuju pinggiran kota Karawang. Kusempatkan untuk berisitirahat sejenak pada sebuah masjid yang ada di pinggir jalan raya. Kutunaikan sholat Dzuhur di sana. Setelah makan siang pada sebuah rumah makan sederhana, kulanjutkan kembali perjalananku.

Kukayuh terus sepedaku menyusuri jalan Pantura Jawa Barat. Menjelang sore aku tiba di kota Pamanukan dan beristirahat di kantor Polsek setempat. Malam itu pun aku menumpang tidur di kantor tersebut.

Kamis, 14 Juli 2006 (Hari ke-87) Perjalanan Arah Pulang:

Setelah mandi pagi dan sarapan, kumulai kembali kayuhanku hari ini. Tak lupa kuucapkan terima kasih pada Bapak-Bapak Polisi yang telah mengijinkan aku bermalam di kantornya. Deru kendaraan dan debu yang mengepul di jalanan ditambah asap hitam yang keluar dari knalpot bus-bus dan truk-truk menemani setiap kayuhanku. Semuanya kunikmati saja. Bahkan aku merasa perjalananku terasa ringan kali ini. Jalan yang kulalui terbilang sangat datar. Berbeda dengan jalan-jalan di Pulau Sumatera yang penuh tanjakan dan turunan.

Jalan yang kulalui kemarin, hari ini, dan esok adalah jalan yang telah kukenal. Tahun lalu aku menyusuri jalan ini pula saat aku melakukan perjalanan bersepeda seorang diri dengan rute Jakarta – Puncak Gunung Rinjani – Jakarta. Semoga saja perjalananku kali ini lancar dan tidak mendapat hambatan. Amin!

Sore hari aku memasuki kota Cirebon. Sesuai saran kakakku, aku menumpang bermalam di Balai Diklat Keuangan VII Departemen Keuangan di Jalan Pemuda 36 Cirebon.

No comments: