Showing posts with label sakit. Show all posts
Showing posts with label sakit. Show all posts

Monday, May 11, 2015

Day 43 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 43, Senin, 11 Mei 2015


Pagi-pagi saya mengirimkan sms kepada Iwan untuk menanyakan kabar dirinya. Maklum, kemarin ia masih kurang fit. Rasa was-was menghantui saya karena kemarin malam ia tidak mengirimkan kabar.

Alhamdulillah pukul 09.09 Iwan menjawab sms saya.
"Masih sakit dikit. Tapi gw lari pelan-pelan kok. Lumayan bisa dapet 12 km baru rest."
"Pagi tadi sebelum lanjut perjalanan, gw dibikinin mie rebus pake telor dan teh hangat. Pemilik warung bilang kalo dia ingin bersedekah sama gw. Alhamdulillah masih ada orang baik dan simpati sama perjalanan ini."

Pukul 13.52: "Insya Allah besok bisa lebih baik. Tengah hari udah dapet 28 km. Gw mau rest sampe jam 3 biar badan gw enak."

Pukul 18.58: "Tadi habis rest siang gw udah bisa lari kenceng. Lambung dah nyaman. Mudah-mudahan besok lambungnya sudah pulih benar."

Membaca sms dari Iwan ini saya langsung merasa lega. Segera saya tanyakan di mana posisinya saat ini.
Iwan menjawab, "32 km menuju arah sungai Lilin. Gw numpang nginap di sebuah warung makan. Yang punya orang Jawa. Aman, orangnya baik, dan sangat welcome."

Iwan melanjutkan sms-nya, "Gw di kasih makan. Berpikir positif menghasilkan rezeki yang tidak terduga."
"Kopi rokok sudah pasti gw hindari tapi kalo minuman dingin nggak bisa."


Selesai ber-sms-an saya pun mengucapkan selamat beristirahat pada Iwan....
prediksi lintasan Iwan hingga hari ke-42 kemarin
Diceritakan oleh Kuwat Slamet

Day 42 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 42, Minggu, 10 Mei 2015


Pukul 7.16 Iwan mengirimkan sms pertanyaan pada saya, "Perkiraan kenapa ya ulu hati kanan nyeri. Maag atau apa? Mungkin ini gara-gara makan kenyang, banyak ngopi, dan rokok selama di Jambi?"

Membaca sms ini saya cukup terkejut. Segera saya balas, "Astagfirullah....dah tau lagi lari jarak jauh ya kok ngopi dan ngerokok. Kalo nyeri di sebelah kanan semoga bukan jantung."

Saya mencoba menasihati Iwan untuk melakukan gaya hidup yang lebih sehat selama dalam perjalanan. Saya pun mengajarkan dia untuk melakukan beberapa gerakan terapi dan pengaturan pernafasan.
Tak lupa, saya memintanya kembali agar ia mau memeriksakan dirinya ke dokter saat tiba di sebuah kota yang agak besar.
Iwan pun berjanji untuk melakukan nasihat saya.

Pukul 12.32 Iwan kembali mengirimkan sms, "biasanya tengah hari gini gw kuat lari nonstop 10-15 km tapi sekarang payah. Karena nyeri lambung cuma bisa lari 5 km."
Saya pun menjawab agar ia tidak memaksakan diri. Sekuatnya saja.

Pukul 15.49: "Gw tidur pules banget 2 jam. Bangun langsung mandi dan sholat. Posisi gw di masjid di Bayung Lencir, Kabupaten Muba."

Pukul 16.04: "kayaknya gw mau sakit, lari gampang lemes. Lari nonstop aja cuma kuat 5 kilometer. Ntar di Palembang gw mau rest total.""Ini faktor cuaca juga. Hari ini panas banget kayak pas waktu mau masuk Jambi."

Pukul 16.10: "Gw lari pelan-pelan aja yang penting jaga kondisi daripada nggak bergerak. Syukur-syukur bisa dapet 10-an km".

Pukul 19.13: "Gw numpang nginap di warung makan pinggir jalan. Gw beli nasi tapi duitnya nggak diterima. Mudah-mudahan pemilik warung ini dilimpahkan rezeki yang lebih besar."


Karya sahabat Jimmy Drago untuk Iwan:

Diceritakan oleh Kuwat Slamet