Tuesday, April 19, 2016

Day 16, Bersepeda Keliling Pulau Kalimantan 2016

Day 16, Selasa, 19 April 2016 (Etape IV, Sabah - Tawau, 546 km)
Rute Perjalanan
Alhamdulillah, pagi ini saya mendapat kabar dari Iwan. Seperti biasa, ia bertemu dengan orang baik hati yang berkenan meminjamkan hape nya untuk digunakan berkomunikasi dengan saya melalui whatsapp.

Iwan mengabarkan bahwa selepas Sabah, Malaysia ia salah mengambil jalur. Seharusnya, ia mengarah ke kota Tamparuli untuk mengarah ke Timur pulau Kalimantan. Namun karena ia tidak membekali diri dengan peta dan hanya mengandalkan papan petunjuk, ia terus mengarah ke Utara hingga mencapai kota Belud. Ia mengatakan bahwa jalur menuju Belud sangat terjal. Beberapa kali ia harus mendorong sepeda karena kondisi sepedanya sudah tidak sehat bila digunakan untuk "menghajar" tanjakan.
Salah jalur... Iwan menuju ke Utara (ke Kota Belud). Seharusnya ia ke Timur
Saat memberi kabar ia sedang berada di kota Belud dan akan kembali melanjutkan ke arah Timur. Di kota ini ia bertemu dengan Al Jo Biker, kelab sepeda kota Belud. Seorang teman yang baik hati, yaitu Mas Rafli, anggota kelab tersebut, mengirimkan foto-foto di bawah ini.
Menurut Mas Rafli, Iwan sedang mengecek sepedanya di bengkel yang ada di kota tersebut. Bahkan, ia harus mengganti rantai sepeda karena rantai tersebut sudah tidak pas dengan gear.
di Kota Belud, Sabah, Malaysia
Bersama pesepeda lain di kota Belud, Sabah
Melanjutkan perjalanan, meninggalkan kota Belud
Terpaksa ganti rantai karena tidak pas dengan gear
Hingga siang hari, Iwan masih berada di kota Belud. Rupanya saat mengecek sepeda ke bengkel, banyak bagian yang harus dibenahi. Lumayan eror berat, menurut Iwan. Selama di bengkel Iwan terus ditemani oleh Mas Rafli Sum. Bahkan Mas Rafli membelikan simcard handphoe bernomor Malaysia untuk digunakan oleh Iwan. Kini, saya bisa komunikasi langsung dengan Iwan.
Nomor telepon baru Iwan
Bersama Mas Rafli Sum, anggota Al Jo Biker, Belud Sabah Malaysia
Sebelum melanjutkan perjalanan, Iwan menyempatkan diri untuk sholat. Sebelumnya, mereka berdua menyantap makanan.
Santap siang
Foto kiriman Iwan
Gunung Kinabalu dikejauhan, kata Iwan
Sementara itu, kemarin Om Alex telah tiba di Kota Kinabalu. Saya mengetahui hal ini setelah ia memposting beberapa foto kota Kinabalu.

Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Sunday, April 17, 2016

Day 14, Bersepeda Keliling Pulau Kalimantan 2016

Day 14, Minggu, 17 April 2016 (Etape III: Brunei - Sabah, 346 km)
Rute Perjalanan
Kemarin Iwan memulai perjalanan etape III, yaitu rute Brunei - Sabah yang berjarak sekitar 346 kilometer. Di awal perjalanannya ini ia dilepas oleh Mas Agus Oglenk, seorang Arekmania yang tinggi di Brunei.
Pada etape III ini Iwan melakukan perjalanan bersepedanya seorang diri. Sejak di Miri, Sarawak, Iwan tidak bersama-sama lagi dengan Om Alex akibat terpisah saat memasuki kota Miri. Mereka berdua saling mencari namun tidak saling bertemu. Maklum, kota Miri cukup luas.
Saat itu, Om Alex memutuskan untuk menginap di Miri sedangkan Iwan tetap melanjutkan perjalanan hingga ke pinggiran kota Miri.
Saat terpisah tersebut, mereka memang tidak bisa saling berkomunikasi karena selama berada di wilayah Sarawak dan Brunei Iwan memutuskan untuk tidak mengaktifkan telepon selularnya. Alasannya adalah karena biaya pulsa yang mahal. Maklum, di setiap petualangannya Iwan selalu memiliki "bekal" yang sangat-sangat minim. Apapun ia lakukan demi bisa berhemat agar ia bisa menyelesaikan perjalanannya hingga kembali ke Sunter Agung, Jakarta Utara.

Siang tadi, sekitar pukul satu siang, telepon saya berdering. Di layar hape muncul sebuah nomor yang tidak saya kenal namun tertulis lokasi Malaysia. Tentu, saya pun segera menerima telepon masuk tersebut.
Di ujung telepon, terdengar suara Iwan. Ia mengabarkan tentang posisi dirinya saat ini. Tak lupa, ia juga mengatakan bahwa telepon yang ia pakai adalah telepon seorang sahabat yang ia temui di daerah Sipitang, Malaysia. Rupanya beberapa sahabat di Malaysia, ikut memantau perjalanannya, katanya.
Bersama Bang Prabhu Al Maye di
Sipitang, Sabah, Malaysia
Bersama seorang sahabat di
Sipitang, Sabah, Malaysia
Iwan menjelaskan singkat tentang posisi ia beberapa hari lalu yaitu  bahwa saat di Sibu ban sepedanya bocor. Saat di Brunei, teman-teman Aremania membelikannya ban sepeda baru, rantai, dan helm. (Sekedar catatan: sepeda yang Iwan kendarai saat ini adalah sepeda bekas yang telah ia pakai berkali-kali. Bila biasanya dalam perjalanan bersepeda ia mendapat sponsor dari Polygon, namun di perjalanan kali ini ia tidak mendapat sponsor dari manapun. Sehingga, sepeda yang ia bawa memang tidak dalam kondisi prima).

Iwan juga menceritakan bahwa ia menumpang menginap di sebuah surau di komplek Customs Malaysia saat berada di perbatasan Malaysia - Brunei. Sejak terpisah dengan Om Alex, Iwan memang harus kembali ke "kebiasaan" lamanya bisa ia sedang berpetualang, yaitu berusaha survive bila saat malam tiba. Ia akan mencari tempat tumpangan apa saja, di mana saja. Biasanya yang menjadi target tumpangan adalah: mushola, masjid, pos polisi, pombensin, rumah penduduk, atau apa saja, Dan bila sudah tidak ada lagi tempat untuk menumpang menginap, biasanya ia mendirikan tenda di pinggir jalan sepanjang dirasakan aman dan nyaman.

Dalam pembicaraan singkat melalui telepon, Iwan mengutarakan bahwa target hari ini adalah mampu mencapai Beaufort. Sedangkan target keesokkan harinya adalah Kinabalu, Sabah.
Sayang, kali ini tidak ada dokumentasi berupa foto yang saya terima.

Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Day 13 Bersepeda Keliling Pulau Kalimantan 2016

Day 13, Sabtu, 16 April 2016 (Etape III, Brunei - Sabah)
Rute Perjalanan
Pagi ini Mas Agung alias Oglenk Aremania, seorang warga Indonesia yang sedang mencari nafkah di Brunei, mengirimkan kabar kepada saya bahwa Iwan pagi ini telah memulai perjalanannya kembali. Mas Agus juga mengirimkan beberapa foto Iwan melalui WA.
Bersama Mas Agus
Bersiap melanjutkan perjalanan etape III
Action sebelum jalan....
Pengecekan akhir, sebelum lanjutkan perjalanan
Stiker Aremanua pun kini tertempel di sepeda Iwan
Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Friday, April 15, 2016

Day 12, Bersepeda Keliling Pulau Kalimantan 2016

Day 12, Jumat, 15 April 2016 (hari "Perpisahan")
Rute Perjalanan
Hari ini adalah hari yang menyedihkan buat saya. Sebagai pemantau perjalanan Iwan dan Om Alex, sore paska-magrib tadi saya mendapat informasi bahwa mereka berdua ternyata telah "terpisah" sejak kemarin, yaitu sejak berada di kota Miri, Sarawak.
Itulah mengapa judul perjalanan pun saya ubah sehingga berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Perubahan judul sebagai petanda bahwa ada yang berbeda dengan perjalanan mereka hari ini!

Sekitar pukul 18.31 sebuah pesan singkat via WA masuk ke hape saya. Saat saya buka ternyata Iwan yang mengirimkan pesan tersebut menggunakan hape milik seorang teman. Agak kaget juga, karena biasanya saya mendapat kabar tentang perjalanan mereka via Om Alex.
Semakin mengagetkan karena di pesan berikutnya Iwan memberi tahu bahwa ia "kehilangan" Om Alex! Segera saja saya tanyakan apa maksud info tersebut?!
Iwan menceritakan bahwa kemarin, saat di Miri, mereka terpisah. Rupanya selama ini, Om Alex lebih banyak berada di depan, bahkan sering jauh di depan, sedangkan Iwan lebih banyak tertinggal. Maklum sepeda Om Alex memilihi 11 speed sedangkan sepeda Iwan hanya 8 speed. Dari sisi harga pun, sepeda Om Alex berkali-kali lipat dari harga sepeda yang Iwan tumpangi. Sehingga, wajar saja bila Om Alex bisa berada jauh di depan. Nah, saat memasuki kota Miri yang memiliki banyak simpangan, Iwan kehilangan jejak Om Alex. ia tidak berhasil menemukan Om Alex di sana, sehingga ia memutuskan untuk mencari tumpangan menginap malam itu. Keesokan harinya, setelah mengubek-ubek kota Miri, ia tetap tidak menemukan keberadaan Om Alex. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk segera menuju Brunei.

Mendengar info tersebut saya pun sangat mengkhawatirkan keberadaaan Om Alex. Segera saja, saya menghubungi Om Alex via FB messenger. Alhadulillah kami tersambung.
Lebih bersyukur lagi karena ternyata Om Alex dalam kondisi baik. Beliau mengatakan bahwa ia masih berada di Miri dan juga mengkhawatirkan kondisi Iwan. Saat saya sampaikan bahwa Iwan telah berada di Brunei, beliau pun mengucapkan syukur.
Versi yang hampir serupa disampaikan Om Alex tentang bagaimana mereka terpisah di kota Miri. Rupanya, mereka berdua saling cari-mencari namun tidak saling bertemu. Bahkan, pagi hari tadi Om Alex masih tetap berusaha mencari keberadaan Iwan. Sayang, mereka tetap tidak bertemu karena meskipun kota Miri adalah kota yang tidak besar namun lumayan luas.
Om Alex mengatakan bahwa ia memutuskan untuk tetap menginap di sebuah hotel di Miri karena tidak berani melanjutkan perjalanan seorang diri. Saya pikir, hal ini wajar saja mengingat Om Alex memang masih newbie dalam bersepeda jarak jauh terlebih lagi berada di negara orang.

Saya masih berupaya agar mereka berdua masih bisa melanjutkan perjalanan berkeliling pulau Kalimantan ini berdua. Namun, Om Alex memiliki pertimbangan sendiri. Dengan rendah hati beliau mengatakan bahwa beliau mengakhiri perjalanan ini di kota Miri. Esok ia akan menuju Brunei dan langsung kembali ke Jakarta.
Sungguh sebuah akhir petualangan berdua yang tidak menyenangkan..... :(
Terima kasih Om Alex, telah ikut mewarnai petualangan Iwansunter. Meskipun hanya selama 11 hari melakukan perjalanan bersama-sama dengan Iwan namun kebersamaan tersebut tentu telah memberikan arti sendiri-sendiri bagi Om dan juga Iwan.

Sementara itu, saya terus menanyakan kondisi terkini kepada Iwan. Saat saya hubungi kembali via WA ke nomor yang sama, yang menjawab adalah pemilih hape, yaitu Mas Agus alias Oglenk Aremania. Ia mengatakan bahwa saat ini Iwan sedang berbincang-bincang dengan teman-teman AREMANIA yang berada di Brunei.
Rupanya, saat diperbatasan antara Malaysia dan Brunei, Iwan bertemu dengan orang Indonesia yang berasal dari Malang. Segera saja, info tentang Iwan yang sedang bersepeda ini tersebar melalui grup WA.
Tidak membutuhkan waktu lama, komunitas AREMANIA segera berkumpul untuk menjamu Iwan. Bahkan, mereka membelikan ban sepeda, rantai sepeda , dan helm kepada Iwan.
Mas Agus mengatakan bahwa Aremania di Brunei selalu membantu siapa saja orang Indonesia yang ada di Brunei. Sungguh luar biasa! Terima kasih ya Mas Agus dan teman-teman AREMANIA di Brunei. Salam satu jiwa!!

Berikut ini foto dan video kiriman Mas Agus.
Bersama Aremania Brunei
Bersama Aremanua Brunei. Salam Satu Jiwa!
Bersama Aremania Brunei
Kongkow bersama Aremania Chapter Brunei
Salam Satu Jiwa
Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Day 11 Around Borneo 2016 with A Friend

Day 11, Kamis, 14 April 2016 (Etape II, Entikong - Brunei: 932 km)
Rute Perjalanan
Kemarin (Rabu) tidak ada kabar sama sekali baik dari Om Alex maupun Iwan. Kok bukan kabar dari Iwan? Ya, karena Iwan tidak mengaktifkan hape nya selama berada di wilayah Malaysia dan Brunei. Ia baru akan mengaktifkannya kembali setelah memasuki wilayah Indonesia nantinya. Jadi, selama mereka berada di wilayah Sarawak dan Brunei, komunikasi kami hanya melalui Om Alex. Itupun, melalui media sosial.

Baru tadi sore-lah saya membaca status Om Alex di facebook. Rupanya mereka telah tiba di Miri, Sarawak, yang berjarak hanya beberapa puluh kilometer saja dari perbatasan Brunei Darussalam.

Ternyata ada juga resto Surabaya di sini, kata Om Alex
Warung tempat menginap di malam perjalanan hari ke-10
Ini suasana warung tempat menginap, dilihat dari kejauhan
Istirahat sejenak sambil menikmati pemandangan kota
Kota yang bersih, tenang, dan rapi, kata Om Alex
Akhirnya, sampe juga di Miri, Sarawak
Awalnya, saya menduga mereka berdua baru akan tiba di Brunei pada hari ke-13. Tenyata, di hari ke-11 mereka telah tiba di kota kecil di tepi perbatasan Sarawak dengan Brunei.
Berarti, besok mereka memasuki wilayah negara Brunei...

Bila melihat peta google, jarak yang telah mereka tempuh hingga saat ini lebih dari 1000 km.
Rute perjalanan hingga hari ke-11
Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Tuesday, April 12, 2016

Day 09, Around Borneo with A Friend

Day 09, Selasa, 12 April 2016 (Etape II Entikong - Brunei: 932 km)
Rute Perjalanan
Hari ini, Iwan dan Om Alex menempuh jalur Sibu - Bintulu yang berjarak lebih dari 100 km. Namun karena cuaca sangat terik dan medan yang cukup ekstrim, mereka hanya mampu meraih Tatau, sebuah kota kecil sebelum Bintulu, Sarawak.
Malam ini mereka dapat melepas lelah dengan lebih nyaman di Tatau dibandingkan kemarin malam. Yah, kemarin malam mereka tidur di sebuah emperan toko akibat berada di sebuah kota kecil yang tidak ada penginapannya. Namun, mereka berdua menikmati saja kondisi tersebut.
Menuju Bintulu, Om Alex
Menuju Bintulu, Sarawak
Kelelahan selepas tanjakan
Medan jalan yang cukup terjal
Tatau di kala senja
Bila melihat googlemaps, jarak yang telah ditempuh hingga hari ini sekitar 884 km. Sedangkan jarak antara Balingian - Brunei masih 437 km lagi. Bila rata-rata perjalanan perhari adalah 100 km, maka berarti Brunei akan dicapai dalam waktu 4 hari lagi.
Rute hingga hari ke-09, Pontianak - Tatau
Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Day 08, Around Borneo 2016 with A Friend

Day 08, Senin, 11 April 2016 (Etape II Entikong - Brunei: 932km)

Rute Perjalanan
Dalam akun facebook-nya Om Alex bertutur, "Senin...kami tidur di Sarikei...hendak menuju Sibu...ehh gowes enak bener... Kami akhirnya memutuskan lanjut...wahh ternyata setelah Sibu kami tidak dapat hotel...akhirnya kami tidur di emper toko entah di mana namanya...hmm pengalaman yang menakjubkan...terima kasih Tuhan..."

Di depan hotel, Sarikei, Sarawak
Lanjut gowes, Sarikei, Sarawak
Menyiapkan santap siang
Menu makan siang ala carte ^^
Santap Siang dulu
Terdampar di sebuah emperan toko
Menikmati malam yang syahdu ^^
Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Day 07, Around Borneo 2016 with A Friend

Day 07, Minggu, 10 April 2016 (Etape II: Entikong - Brunei: 932km)

Rute Perjalanan
Info yang saya terima dari Om Alex, hari ini mereka berencana untuk istirahat selama 24 jam di Saratok, Sarawak. Namun karena cuaca sangat mendukung, akhirnya mereka tergiur untuk melanjutkan perjalanan menuju Sarikei yang berjarak kurang lebih 57 km.
Saratok, Sarawak
Pertigaan menuju Sarikei, Sarawak
Lanjut ke sana kan Mas?
Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Saturday, April 09, 2016

Day 06, Around Borneo 2016 with a Friend

Day 06, Sabtu, 9 April 2016 (Etape II: Entikong - Brunei: 932 km)
Rute Perjalanan
Tadi malam Om Alex mengirimkan kabar via facebook bahwa mereka berdua telah tiba di Sri Aman, Sarawak dan mengunggah beberapa foto perjalanan mereka kemarin.
Ia juga mengutarakan bahwa mereka berdua membatalkan perjalanan ke Kuching, Sarawak, karena alasan waktu tempuh. Memang, bila saya lihat di peta, dari Serian untuk menuju Kuching mereka harus berbelok ke kiri (ke arah Barat) dan mereka harus kembali ke jalur yang sama (kembali ke Serian) untuk menuju Brunei. Oleh karena itu, untuk menghemat waktu perjalanan, mereka memutuskan untuk langsung mengarah ke Brunei.

Melalui halaman facebook Om Alex, saya mengetahui bahwa malam ini mereka tengah berada di Saratok, Sarawak, sekitar 120 km dari Sri Aman dan menginap di Saratok Popular Inn. Menurut Om Alex, perjalalan hari ini cukup melelahkan. Jalan yang turun naik dan berliku cukup membuat tenaga mereka terkuras. Belum lagi, cuaca yang kurang bersahabat. Beberapa kali mereka harus berteduh karena hujan turun sangat lebat.
Etape II menuju Brunai masih cukup panjang. Dari peta google, diketahui bahwa perjalanan selama 6 hari ini (dari kota Pontianak) telah menempuh jarak sejauh kurang lebih sekitar 588 km.
Bersama sahabat di sebuah gereja di Sri Aman
melanjutkan perjalanan
Jalan yang berliku menuju Saratok, Sarawak
Gambaran jarak tempuh hingga hari ke-6 (sejauh 588 km)
Dikisahkan oleh Kuwat Slamet