Thursday, April 07, 2016

Day 04: Around Borneo 2016 with A Friend

Day 04, Kamis, 7 April 2016 (Etape II: Entikong - Serawak)
Rute Perjalanan
Pagi-pagi Iwan dan Om Alex telah meninggalkan Hotel Balai Indah di wilayah Balaikarangan, Kalimantan Barat untuk menuju perbatasan Entikong.
Pukul 08.52 Iwan mengirimkan pesan singkat bahwa mereka berdua telah berada di Kantor Bea dan Cukai Entikong untuk sekedar mampir melepas lelah. Saya memang menyarankan untuk mampir di kantor tersebut bila membutuhkan tempat beristirahat yang nyaman.
Mejeng di depan KPBC Entikong
Setelah kurang lebih satu jam beristirahat, mereka berdua melanjutkan kembali perjalanan menuju pos perbatasan. Pukul 10.37 Iwan mengabarkan bahwa mereka telah memasuki wilayah Serawak, Malaysia. Ini berarti etape pertama (Pontianak - Entikong, sejauh kurang lebih 310 km) telah dilalui dan masuk ke etape kedua, yaitu Entikong - Serawak (berjarak kurang lebih 103 km).
Memasuki wilayah Serawak, Malaysia
Bersama Kepala BC Entikong, Pak Carca Adil
Mejeng bersama
Mumpung masih bisa mejeng di sini ^^
Trima kasih Mas Indra
Di tapal batas Indonesia - Malaysia
Memasuki wilayah Serawak Malaysia
Iwan menyampaikan pesan ke saya, "sebentar lagi HP mati selama di Serawak, Brunei, dan Sabah. Kalau ada apa-apa, FB aja Mas Alex. Dia mau ganti kartu".
Saat saya mengantarnya ke bandara Soeta, Iwan memang mengatakan bahwa selama berada di wilayah Malaysia dan Brunei ia tidak akan mengaktifkan HP-nya karena pasti akan menyedot pulsa yang cukup besar.
Masak dulu...
Dah nggak sabar nunggu mateng....
Masak ala carte eh ala kadarnya 
Patok jarak Serian, Serawak
Aspal ala Serawak, Malaysia
Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Wednesday, April 06, 2016

Day 03: Around Borneo 2016 with a Friend

Day 03: Rabu, 6 April 2016
POSTER RUTE PERJALANAN
Pukul setengah sembilan pagi Iwan mengabarkan bahwa mereka berdua masih berada di hotel dan belum memulai perjalanan. Menurut saya, ini menarik! Biasanya, bila ia berpetualang seorang diri, Iwan sudah mulai mengayuh sepedanya selepas sholat subuh atau setidaknya pukul 6 pagi. Namun, di perjalanan kali ini, Iwan harus menyesuaikan diri dengan irama yang dimiliki Om Alex.
Hal menarik lainnya ialah: dalam petualangannya selama ini, bila malam tiba, Iwan sibuk bergegas mencari pombensin, pos polisi, atau rumah penduduk untuk menumpang menginap. Kali ini, bersama Om Alex, Iwan bisa bermalam dengan nyaman di sebuah losmen ataupun hotel hehehe. Sungguh, sebuah petualangan "baru" bagi Iwan!
Hotel Hanura, Balaikarangan, Kalbar, hari ke-3
Satu jam kemudian, Iwan mengabarkan bahwa mereka telah mulai mengayuh sepeda dan sempat mampir di sebuah warung makan untuk mengisi perut.
Menunaikan kewajiban
Om Alex yang selalu bersemangat
Menuju Entikong
Pemandangan Jalan di Kalimantan Barat menuju Entikong
Menjelang pukul setengah enam sore, Iwan kembali mengirimkan pesan singkat, "Tadi jam tigaan hujan gede. Terpaksa meneduh. Setelah hanya gerimis, kami hantam melanjutkan perjalanan. Jalan naik-turun bikin tambah pegel paha. 10 km lagi Balaikarangan. Kami mau bermalam di sana. Saat ini lagi makan. Dah nggak tahan nahan dingin dan lapar".
Gambaran rute tempuh hingga hari ke-3

Dikisahkan oleh: Kuwat Slamet

Tuesday, April 05, 2016

Day 02: Around Borneo 2016 with a Friend

Day 02: Selasa, 5 April 2016 (Etape I: Pontianak - Entikong)

Rute
Semalam Iwan dan Om Alex melepas lelah dengan cukup nyaman di sebuah losmen yang ada di wilayah Sungai Pinyuh. Sungguh berbeda dengan perjalanan-perjalanan Iwan sebelumnya di mana ia biasanya akan mencari tempat tumpangan untuk berteduh bila malam menjelang, seperti pombensin, pos polisi, rumah penduduk dan sebagainya. Bersama Om Alex, semuanya menjadi berbeda bagi Iwan hehehe.
Losmen menginap di perjalanan hari pertama
Pagi ini mereka melanjutkan kembali perjalanan. Dengan kayuhan penuh tenaga namun santai, mereka berdua menikmati perjalanan. Tak ada yang perlu "dikejar". Semuanya dibuat santai dan nyaman. Lagipula, mereka masih mencoba menyesuaikan diri dengan perjalanan ini dan "mencari irama" yang pas.
Melepas lelah di warung kelapa muda



Menjelang siang, mereka beristirahat di sebuah warung kelapa muda yang berada di jalur berbukit. Iwan bahkan menyempatkan diri membasuh badan dari air pancuran yang ada. "Segeeer", begitu kata dia ke saya melalui WA.
Hujan lebat turun di saat sore menjelang. Mereka pun mencari tempat berteduh. Saat itu, posisi mereka mengarah ke Ngabang.

Pukul 17.49 Iwan mengabarkan bahwa mereka telah berada di Ngabang dan menginap di Hotel Hanura.
Melepas lelah di Hotel Hanura, Ngabang, Kalbar
Nyeduh kopi di dalam kamar Hotel Hanura, Ngabang, Kalbar
Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Monday, April 04, 2016

Day 01: Around Borneo 2016 with a Friend

Day 01: Senin, 4 April 2016 (Etape I: Pontianak - Entikong)

Rute
Semalam Iwan dan Om Alex menumpang nginap di kantor Balai Diklat Keuangan Pontianak. Beberapa sahabat ngumpul di sana. Termasuk Kepala Balai, Pak Fariz Wazdi.
Pagi-pagi mereka mulai mencoba menyesuaikan diri dengan suasana kota Pontianak.
Hari ini pun, setelah sarapan, mereka bersepeda di dalam kota Pontianak sebelum memulai perjalanan. Bahkan mereka sempat mampir ke tugu Katulistiwa.
di Balai Diklat Keuangan Pontianak
Anjongan, Kalimantan Barat
Jungkat, Kalimantan Barat
Setelah persiapan dianggap cukup, Iwan dan Om Alex memulai petualangannya. Kayuhan hari ini diniatkan sebagai pemanasan saja. Tidak terburu-buru dan tidak juga terlalu santai. Mereka bedua masih mencoba mencari irama yang pas sambil menikmati udara panas Kalimantan Barat.

Menjelang siang, mereka tiba di kota kecil Jungkat.
Beberapa kali mereka berhenti. Om Alex nampak menikmati sekali perjalanan ini. Bahkan ia beberapa kali meminta berhenti untuk menikmati es tebu yang dijual para penjaja di pinggir jalan. Sungguh, mereka mencoba menikmati semua suasana yang dilalui.

Malam ini Iwan dan Om Alex menginap di sebuah losmen di wilayah sekitar Sungai Pinyuh.

Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Around Borneo 2016 with Mr. Alex. Day 01: at Pontianak

Day 0 dan Day 1:

Minggu, 3 April 2016, Iwan bersama rekannya, Om Alex (begitu Iwan memanggil sahabatnya ini), take-off menuju kota Pontianak di Kalimantan Barat untuk memulai petualangan di tahun ini.
Kurang lebih pukul 9 pagi Iwan telah tiba di bandara Soekarno-Hatta, Banten. Di depan pintu masuk terminal 1C, Om Alex telah siaga menunggu.
Om Alex mengemas sepada Polygonnya dalam wadah kardus yang dikemas dengan rapi sedangkan Iwan hanya membalut sepedanya dengan kain bekas karung beras. Alasannya, biar tidak overweight saat ditimbang nanti. Begitu kata Iwan.
Lewat pukul 11 siang Iwan mengabarkan bahwa ia telah berada di dalam pesawat dan beberapa menit lagi akan segera take-off.
Sementara itu, di kota Pontianak, beberapa sahabat saya yang sedang bertugas di kota tersebut (diantaranya adalah Mas Rizki dan Mas Ega) mengatakan akan menjemput Iwan dan Om Alex di bandara Supadio. Terima kasih kawans...!

Lewat tengah hari kemudian, saya mendapat kabar bahwa Iwan dan Om Alex telah berada di kantor baru Balai Diklat yang berada di pinggiran kota Pontianak.
Mereka berdua segera merakit sepeda Polygon masing-masing untuk memastikan tidak ada bagian sepeda yang rusak atau tidak berfungsi akibat dimasukkan ke dalam bagasi pesawat.

Di Bandara Soeta, Minggu, 3 Maret 2016

Bersama Mas Masael Palagia alias Ega, di Pontianak

Merakit sepeda ditemani Mas Rizki Herdian

Merakit sepeda

Hari ini, Senin, 4 April 2016 (day 01). Iwan dan Om Alex siap utuk memulai perjalanannya. Semoga sukses untuk Anda bedua ya.... Bravo!

Bersama Pak Fariz, Kepala BDK Pontianak

Diceritakan oleh Kuwat Slamet

Friday, April 01, 2016

Friday, July 31, 2015

PENDAKIAN GUNUNG SALAK DENGAN MEMBAWA SEPEDA



PENDAKIAN GUNUNG SALAK DENGAN MEMBAWA SEPEDA

Pendakian ini adalah sebuah perjalanan yg telah lama tertunda, dikarenakan banyaknya kesibukanku akan profesiku sebagai kuli panggul di sebuah pasar daerah sunter agung. Perjalanan ini sebenarnya sudah lama kurancang jauh hari, mengingat gunung ini adalah gunung pertama kali yg kudaki, dalam menekuni dunia pendakian gunung..
Niat akan mendaki gunung salak  dgn membawa sepeda adalah sebuah perjalanan yg menurutku kewajiban...tahun lalupun saat kuniatkan utk mendaki gunung ini, namun ternyata akhirnya gagal dikarenakan mood seleraku yg sedang tidak ON..
Barulah setelah kurasa bahwa pendakian ini tak boleh lagi ditunda tunda, akhirnya tahun ini setelah lebaran 2015 aku melakukan perjalanan bersepeda dari rumah hingga cicurug kabupaten sukabumi utk mendaki gunung yg telah lama kudambakan ini.. dan setelah pendakian berhasil hingga puncak, sepedanya kembali kukayuh hingga tiba di rumah..

Inilah beberapa dokumentasi perjalanan sepeda dan mendaki gunung salak ini 



















Sunday, June 28, 2015

Day 60 Lari Aceh Jakarta 2015 (FINISHED)

Day 60, Kamis, 28 Mei 2015

Menjelang tengah hari, Iwan teah memasuki wilayah Sunter Agung, Jakarta Utara. Kedatangannya telah disambut oleh wartawan televisi MetroTV.
Ya... Iwan akhirnya telah berhasil menyelesaikan petualangannya pada tahun ini. Ini adalah petualangan terberat yang ia lakukan, mengingat ia bukan seorang yang ber-basic pelari!
Selamat ya Bro....!!


Diceritakan oleh Kuwat Slamet