Friday, May 20, 2011

Day 27, BuB: Jakarta-Puncak Semeru-Jakarta

BERJALAN KAKI UNTUK BUMI
perjalanan ini didedikasikan untuk Adinda Tercinta, Almarhum Iwan Ketan


Jumat, 20 Mei 2011

Kurang lebih pukul 7 pagi, Iwan meninggalkan markas Mapara Universitas Bhayangkara untuk melanjutkan perjalanannya. Satu setengah hari beristirahat di sana membuat tubuh Iwan merasa lebih fresh meskipun menurutnya kaki menjadi sedikit kaku karena terlalu lama beristirahat. Hari ini perjalanannya adalah menuju kota Pasuruhan untuk selanjutnya nanti akan mengarah ke Semeru melalui jalur gunung Bromo.

Ngopi di Warung Pinggir Jalan, Surabaya

Pukul 10.15, Iwan telah memasuki kota Sidoarjo. Mungkin karena tadi malam ia menonton konser musik Regee, sesampainya di Sidoarjo kantuk hebat menyerang Iwan. Dalam status fb-nya ia menulis, "Sialan mata gw ngantuk. Tidur dulu ach. Nyari pohon rindang. Alamat nggak dapet kilometer banyak nich hari ini."

Siang ini Iwan berkesempatan sholat Jumat di Masjid Agung Sidoarjo. Enak sholat di sini, kata Iwan, Isiiiisss (dingin semilir). Oya, hari ini ia ternyata tidak berniat berjalan terlalu jauh. Baginya hari ini adalah sekedar melatih kedua kakinya setelah dua hari kemarin ia lebih banyak beristirahat. Lagipula, katanya, hari ini adalah hari Jumat. Waktunya sempit. Oleh karena itu, Iwan menyempatkan diri bertandang ke rumah seorang sahabat di Sidoarjo dan beristirahat sejenak di sana.
Setelah cukup melepas lelah, Iwan melanjutkan perjalanannya kembali menuju Pasuruhan. Menjelang sore hari, ia mengirimkan sms, "Gw di pertigaan Porong, lurus ke Malang kalo belok kiri ke Pasuruhan. Gw rest sebentar."
Malam hari sekitar pukul 9, ia kembali memberi kabar, "Gw udah masuk Kabupaten Pasuruhan. Gw numpang nginap di SPBU 5467112.

Berada di Jalan Kota Sidoarjo

Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany. Silakan klik di sini untuk melihat petanya.

(reported by kaes)


View Larger Map

Thursday, May 19, 2011

Day 26, BuB: Jakarta-Puncak Semeru-Jakarta

perjalanan ini didedikasikan untuk Adinda Tercinta, Almarhum Iwan Ketan

Kamis, 19 Mei 2011

Akhirnya, kemarin sore Iwan memutuskan untuk beristirahat total di MAPARA, Universitas Bhayangkara Surabaya. Ia yang awalnya hanya akan menumpang beristirahat sejenak untuk kemudian melanjutkan perjalanannya, berubah pikiran. Ada tiga alasan, yaitu pakaiannya yang dijemur belum kering, mengistirahatkan kedua kakinya yang telah berjalan lebih dari 780km, dan ajakan teman-teman Pataga yang meminta Iwan untuk beristirahat total.

Di Mapara Universitas Bhayangkara Surabaya

Hari ini pun ternyata Iwan masih akan beristirahat di Mapara. Ia diundang menonton konser musik regee di kampus tersebut. Pemulihan kedua kakinya memang sangat diperlukan mengingatkan jarak yang masih harus ditempuh sangatlah jauh. Ia masih harus menuju Puncak Semeru melalui jalur Pasuruhan dan Bromo serta tentu saja meniti jalur Selatan Jawa untuk kembali ke Jakarta dengan tetap BERJALAN KAKI.

Malam ini, atas undangan seorang sahabat yang ikut pentas, Iwan menonton konser musik regee di Taman Remaja Surabaya. Sambil menonton konser ia menyempatkan menulis status pada fb-nya:

Antara Aku, George Mallory, Reinhold Messner, dan Goran Kropp....
Pendaki gunung dan pesepeda jarak jauh itu bernama....Almarhum Goran Kropp...
Manusia paling gila yang 99,9% seharusnya sudah mati bernama.....Reinhold Messner....
Pendaki gunung paling gagah dan mental sejuta baja adalah....George Leigh Mallory...
Dan...pendaki bau kencur dan kacangan itu bernama....Iwan Sunter!

Kendaraanku adalah kedua kakiku....
Hotelku adalah pombensin....
Guruku adalah orang gila....
Temanku adalah truk dan bus...
Semangatku adalah jalan raya....
Berjalan untuk Bumi....

Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany. Silakan klik di sini untuk melihat petanya.

(reported by kaes)


View Larger Map

Wednesday, May 18, 2011

Day 25, BuB: Jakarta-Puncak Semeru-Jakarta

perjalanan ini didedikasikan untuk Adinda Tercinta, Almarhum Iwan Ketan

Rabu, 18 Mei 2011

Setelah tadi malam melepas lelah di sebuah SPBU di Jalan Greges, pinggir kota Surabaya, pagi ini sebelum pukul 9 Iwan telah memasuki kota Surabaya. Perjalanan hari ini ia akan buat santai saja sembari menikmati kota Pahlawan ini, begitu kata Iwan dalam sms yang ia kirimkan.

Hal ini wajar ia lakukan mengingat kedua kakinya sudah mulai parah. Namun demikian, hingga hari ini, semangat juangnya masih tetap tinggi. Tanpa mengabaikan kakinya yang sakit, Iwan terus melanjutkan perjalanannya. Target hari ini adalah mencari kampus yang berada di pinggir jalan saja. Bila ada posko Mapala-nya, maka ia akan minta izin untuk beristirahat di sana.

Siang ini iwan beristirahat sejenak di Universitas Bhayangkara Surabaya. Awalnya dia beniat menumpang nginap di IAIN Sunan Ampel. Tapi karena setelah sampai di sana (Mapalsa) tidak mendapat respon yang baik, akhirnya Iwan pergi meninggalkan Mapalsa IAIN Sunan Ampel menuju mapala Universitas Bhayangkara. Di tempat ini pun Iwan berencana untuk tidak menginap. Ia akan tetap melanjutkan perjalanannya menuju gunung Semeru yang akan ia tempuh melalui jalur Pasuruhan-Bromo.
Sampai dengan di Universitas Bhayangkara Surabaya ini, jarak tempuh berjalan kaki yang telah dilalui Iwan kurang lebih 780km.

Di depan Tugu Pahlawan, Surabaya

Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany. Silakan klik di sini untuk melihat petanya.
(reported by kaes)

View Larger Map

Tuesday, May 17, 2011

Day 24, BuB: Jakarta-Puncak Semeru-Jakarta

perjalanan ini didedikasikan untuk Adinda Tercinta, Almarhum Iwan Ketan

Selasa, 17 Mei 2011

Pagi ini, sambil menungu kedatangan pesawat di bandara Adi Sutjipto Jogjakarta yang akan membawa saya kembali ke Jakarta, saya segera meng-sms Iwan untuk menanyakan kabar dirinya. Saya memang agak khawatir mengingat tadi malam ia tertabrak sebuah sepeda motor.
Kekhawatiran saya sirna saat sesaat kemudian ia menelpon sambil tertawa-tawa. Ia mengabarkan bahwa pagi tadi saat bangun tidur kaki kanannya memang agak sulit digerakkan. Namun ia tetap mencoba untuk tetap berjalan, melanjutkan perjalanannya. Ia tertawa saat menelpon saya rupanya karena ia menertawakan dirinya sendiri yang kini berjalan seperti seorang kakek-kakek. Berjalan tertatih-tatih!

Pagi ini kami berbincang melalui handphone selama kurang lebih 10 menit. Maklum, tarif telpon sedang murah-murahnya, begitu kata Iwan. Ia sempat menceritakan dua hal. Pertama, tentang strategi dia melalui jalan-jalan sepi dan gelap. Pada kondisi jalan seperti ini ia harus menggunakan "ilmu orang gila". Caranya? Di setiap jalan yang sepi dan gelap ia selalu bertingkah laku seperti orang gila. Ini untuk menghindari orang-orang yang berniat jahat dan juga godaan mahluk halus. (hahahahha).
Kedua, ia menceritakan juga bahwa dua hari lalu ia mengetahui bahwa di Pantura Jatim banyak sekali peziarah makam-makam yang berjalan kaki. Bahkan terdapat sebuat masjid yang dengan senang hati menampung dan memberikan makan-minum kepada para musafir seperti ini. Tidak itu saja, warga setempat pun umumnya akan mengajak bersalaman dengan para peziarah makam dan memberikan sekedar uang untuk makan-minum selama di perjalanan.

Pukul 09.11 Iwan mengirimkan sms, "Biar pincang tapi pagi ini gw bisa jalan sejauh 5km. Gw baru berhenti nich karena lapar."

Istirahat sejenak sambil menikmati Legen, minuman khas Jawa.

Dan pukul 15.20 ia mengabarkan bahwa ia telah berada di kota Gresik dan akan mencari kampus untuk beristirahat. Namun beberapa menit kemudian ia mengabarkan kembali bahwa ia membatalkan menuju kampus karena ternyata kampus terdekat berada jauh dari jalan raya Gresik-Surabaya. "Kampus, keluar jauh dari jalan raya utama ke Surabaya. Gw males ach. Buang-buang energi. Mending gw cari SPBU aja," begitu sms yang saya terima.

Saya tersentak ketika pukul 20.21 ia mengirimkan sms kembali bahwa ia masih berjalan menuju Surabaya. Tadinya saya pikir ia telah beristirahat di sebuah SPBU di Gresik. Ia mengatakan bahwa saat ini ia sedang berjalan bersama dengan seorang peziarah makam-makam yang berasal dari Bandung.
Hampir pukul 10 malam kemudian, Iwan mengabarkan bahwa ia telah berpisah dengan peziarah pejalan kaki di sebuah SPBU. Peziarah dari Bandung tersebut tetap melanjutkan perjalanannya sedangkan Iwan beristirahat malam ini di SPBU tersebut (SPBU 5460108).

Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany. Silakan klik di sini untuk melihat petanya.

(reported by kaes)

Day 23, BuB: Jakarta-Puncak Semeru-Jakarta

perjalanan ini didedikasikan untuk Adinda Tercinta, Almarhum Iwan Ketan

Senin, 16 Mei 2011
SPBU Kecamatan Brondong, Pantura Jatim

Pagi ini Iwan meninggalkan kecamatan Brondong yang berada di tepi Pantai Utara Jawa Timur. Dengan langkah yang semakin melambat, karena kaki kanannya juga mulai melepuh, ia melanjutkan perjalanannya hari ini.
Baginya hari ini mungkin bukan hari keberuntungannya. Beberapa cobaan menerpanya. Kaki kanannya mulai terasa sakit karena melepuh dan juga sempat tertarik ototnya pada saat jalanan menanjak. Selain itu, Iwan menceritakan bahwa bada' Isya ia ditabrak dari belakang oleh sebuah sepeda motor.
Nampaknya pengemudi sepeda motor tersebut sedang mengantuk. Hal ini dikarenakan kejadian tertabraknya Iwan berada di lokasi yang penuh cahaya, bukan di tempat gelap. Iwan mengatakan bahwa ia sempat tersungkur akibat kejadian ini. Kaki kanannya yang sedang sakit menjadi semakin parah. Namun, ia tetap tegar untuk melanjutkan perjalanannya malam ini guna mencari sebuah SPBU sebagai tempat beristirahatnya.
Ia masih bersyukur karena yang menabraknya bukan kendaraan roda empat. Mungkin ini adalah peringatan baginya agar selalu waspada dan hati-hati selama dalam perjalanan ini. Begitu tuturnya pada saya melalui handphone.
Malam ini ia beristirahat di SPBU 5461118 di daerah Sidayu, kurang lebih 40km sebelum Surabaya. Sebelum beristirahat ia sempat mengirimkan sms, "besok gw sampe Gresik aja untuk rest sehari. Jaraknya sekitar 22km. Untuk betulin kaki."

Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany. Silakan klik di sini untuk melihat petanya.

(reported by kaes)

View Larger Map

Day 22, BuB: Jakarta-Puncak Semeru-Jakarta

perjalanan ini didedikasikan untuk Adinda Tercinta, Almarhum Iwan Ketan

Minggu, 15 Mei 2011

Tadi malam Iwan menginap di sebuah SPBU di pinggir kota Tuban, tepatnya SPBU 5462316. Targetnya hari ini adalah menembus kota Tuban di siang hari nanti. Di kota ini ia akan beristirahat sejenak untuk kemudian melanjutkan perjalanannya kembali. Jalur yang ia pilih untuk menuju Surabaya adalah jalur Utara yaitu melalui kec Brondong hingga nantinya mengarah ke kota Gresik.
kakiku adalah nafasku (Tuban)

Di monumen Pemuda Pancasila Tuban

Menjelang pukul 8 malam Iwan mengirimkan sebuah sms, "Gw masuk kecamatan Brondong make ilmu orang gila nich karena harus melewati beberapa kali jalan sepi dan gelap." Saat saya menelponnya untuk menanyakan maksud dari sms-nya tersebut, ia menjelaskan bahwa berdasarkan pengalamannya, bila harus berjalan di tempat sepi dan gelap sebaiknya kita pura-pura seperti orang gila.
Alasannya. Pertama, kita akan aman dari perampok atau orang-orang yang berniat tidak baik kepada pejalan kaki. Karena mereka tentu saja tidak akan mengganggu orang gila. Kedua, kita aman dari gangguan mahluk halus (bila ada). Karena, mahluk halus pun tidak akan mengganggu orang gila. Mahluk halus akan berpikir, "kalau mengganggu orang gila, rugi! Berarti kita juga gila!". Itulah penjelasan iwan kepada saya. Kami berdua pun tertawa terbahak!

Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany.

(reported by kaes)

Day 21, BuB: Jakarta-Puncak Semeru-Jakarta

perjalanan ini didedikasikan untuk Adinda Tercinta, Almarhum Iwan Ketan

Sabtu, 14 Mei 2011

Seperti hari-hari sebelumnya, sekitar pukul 6 pagi Iwan segera meninggalkan SPBU tempatnya menumpang nginap untuk melanjutkan perjalanannya. Tentu saja, setelah ia berpamitan dan mengucap terima kasih kepada petugas SPBU tersebut.
Pukul 09.45 ia mengirimkan sms pada saya, "gw dah 8km dari SPBU tempat gw nginep semalem (Jatim). Kaki kiri gw obatin terus pake minyak tawon setelah itu baru gw tatakin pembalut dan kaos kaki. Cuaca hari ini panas kayak kemarin".

Pkl.13.05 ia mengabarkan bahwa ia sedang istirahat sejenak di sebuah masjid di kecamatan Tambakboyo, Pantura, Jatim.
Pukul 6 sore ia kembali mengirimkan sms, "saat ini gw di spbu 5462316 pinggir kota Tuban. Gw baru ngelewatin hutan jati yg sepi sekitar 3km. Gw pikir yg berani lewat cuma gw doank, eh gw kelar dr hutan jati ada orang gila jalan berlawanan arah masuk ke arah hutan jati. Emang hebat tuh orang...hehehe"


Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany.

(reported by kaes)



View Larger Map

Day 20, BuB: Jakarta-Puncak Semeru-Jakarta

perjalanan ini didedikasikan untuk Adinda Tercinta, Almarhum Iwan Ketan

Jumat, 13 Mei 2011

Memasuki hari ke-20 ini kondisi telapak kaki kiri Iwan semakin parah. Sisa melepuh dan lepuhan baru membuat ia berjalan terpincang. Namun kondisi ini tidak membuatnya patah semangat. Meski berjalan terpincang ia tetap bersemangat melanjutkan perjalanannya. Hanya saja, dengan kondisi kaki seperti ini, jarak tempuh per hari yang biasanya sekitar 40-50km menjadi susut. Kini ia hanya bisa menempuh sekitar 30-40km saja.

Kondisi Telapak Kaki Kiri, hari ke-20

Pagi ini Iwan mengirimkan sms yang mengatakan bahwa ia sedang ngeteh di desa Bonang. Sarapan untuk mengawali perjalanannya hari ini adalah 3 buah pisang goreng dan dua gelas es teh manis.
Pemandangan di kecamatan Sluke, Jawa Tengah

Saat magrib tiba Iwan mengirimkan sms bahwa ia kini telah memasuki wilayah Jawa Timur, "gw di Kecamatan Sarang, udah dikit lagi ke border Jawa Timur. Kaki kiri emang parah tapi semangat gw masih gila walau jarak tempuh semakin menyusut..."

Tapal Batas Jawa Tengah-Jawa Timur

Malam ini ia menginap di SPBU 5462307. Untuk menggapai SPBU ini ia mengatakan butuh berjalan 3km dalam keadaan gelap dan gerimis.

Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany.

(reported by kaes)


View Larger Map

Thursday, May 12, 2011

Day 19, BuB: Jakarta-Puncak Semeru-Jakarta

perjalanan ini didedikasikan untuk Adinda Tercinta, Almarhum Iwan Ketan

Kamis, 12 Mei 2011

Pagi ini Iwan beranjak dari kota Juwana untuk melanjutkan perjalanannya yang masih cukup jauh. Dalam sms-nya pada saya ia menyampaikan impresi khusus kepada sahabatnya, Bara, yang sangat perhatian atas setiap perjalanan atau petualangan Iwan selama ini. Selama di Pati dan Juwana, Bara memberikan banyak dukungan pada Iwan. Menurut Iwan, tadi malam bahkan Bara kembali menemui Iwan yang berada di sebuah SPBU setelah tahu bahwa SPBU tersebut hanya berada 16km dari kota Pati. Ia membawakan nasi dan beberapa bekal perjalanan untuk Iwan dan menemani ngobrol hingga tengah malam.

Jalan Raya Kaliori

Masjid Agung Rembang

Bersama sahabat, Bara, di Pati

Malam hari ia mengabarkan bahwa ia tengah berada di Kecamatan Lasem dan menginap di SPBU 4459212.

Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany.

(reported by kaes)


View Larger Map

Wednesday, May 11, 2011

Day 18, BuB: Jakarta-Puncak Semeru-Jakarta

perjalanan ini didedikasikan untuk Adinda Tercinta, Almarhum Iwan Ketan

Rabu, 11 Mei 2011

Pagi-pagi sekali Iwan telah mengirimkan sms pada saya. Isinya, "SPBU tadi malam gede banget. Gw tidur di emperan tokonya. Walau nyaman tapi tetap harus waspada. Tadi malam gw tidur pulas." Saat saya bertanya mengapa tidak tidur di mushola, ia pun menjawab, "Bukan nggak boleh. Justru posisinya kurang aman." Ia melanjutkan smsnya, "Kemarin gw jalan cuma 35km. Saat ini gw baru aja sarapan. Trus ke masjid untuk mandi dan cuci pakaian. Sekarang jalan lagi. Jemur pakaiannya ntar siang saat rest siang."

Pukul 08.04, ia kembali mengirimkan sms tentang apa yang ia lihat dan rasakan, "Antara km12-km13 Kudus ke arah Pati macet. Biang keroknya: ada truk bannya pecah di tengah jalan. Cuaca hari ini panas."

Gapura Kota Pati dan Beristirahat di rumah seorang sahabat, Blotonk

Siang hari ini Iwan menyempatkan singgah dan menumpang beristirahat di rumah seorang Sahabatnya, Bara, di kota Pati. Setelah melepas lelah ia melanjutkan perjalanan kembali menuju kota Juwana. Sore hari ia menulis status pada FB-nya, "walau kini jalan kakiku pincang namun aku tetap cinta jalan raya."

Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany.

(reported by kaes)


View Larger Map

Tuesday, May 10, 2011

Day 17, BuB: Jakarta-Puncak Semeru-Jakarta

perjalanan ini didedikasikan untuk Adinda Tercinta, Almarhum Iwan Ketan

Selasa, 10 Mei 2011

Selesai menunaikan sholat subuh di sebuah SPBU di kota Demak, Iwan segera berbenah untuk menyiapkan perjalanannya kembali. Kurang lebih pukul 6 ia segera meninggalkan SPBU 4495912, tempat ia menumpang nginap tadi malam.
Satu jam berselang ia mengirimkan sms dan foto bahwa ia tengah berada di depan masjid raya Demak. Dari sana, ia terus melanjutkan perjalanannya sambil mencari tempat untuk sarapan.

Di depan Masjid Raya Demak
Pkl.10.08 mengabarkan, "gw lagi di kecamatan Gajah Kabupaten Demak. Lagi rest di pinggir jalan."
Menjelang siang hari, ia membuat status di FB, "makansiang, nasi tempe orek sayur tahu (tahu 2buah) dan minum es tawar, cuma 2ribu!!! Hari gini kok masih ada pedagang yang jualan nyari berkah daripada nyari untung selangit."

Pukul 14.42, ia kembali memberi kabar, "lama nggak lewat, ternyata Kudus kotanya guedeee... Beda dengan Demak atau Pati."
Jalan Agil Kusumadya, Kudus

Menjelang sore, pkl.16.30, iwan menulis dalam status FB, "kaki kiriku melepuh lagi dan nyeri, perjalanan jadi lambat. Untuk dapet sehari 40km aja susah." Saat malam tiba, ia mengirimkan sms, "hari ini cuaca panas banget. Tadi gw sampe tidur di masjid dan jemur baju celana. Sekarang gw dah keluar dari kota Kudus 6 km. Lagi rest makan nich."

Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany. Silakan klik di sini untuk melihat petanya.

(reported by kaes)

Monday, May 09, 2011

Day 16, BuB: Jakarta-Puncak Semeru-Jakarta

perjalanan ini didedikasikan untuk Adinda Tercinta, Almarhum Iwan Ketan

Senin, 9 Mei 2011

Hari ini Iwan melanjutkan perjalanannya menuju Malang setelah kemarin dapat cukup beristirahat di Sekre Mapala Universitas Diponegoro. Ia tidak menargetkan perjalanannya hari ini. Saat saya tanyakan hal ini, ia hanya berujar bahwa perjalanannya tanpa target dan biarlah semampu kaki ini melangkah.

Pukul satu siang, ia mengirimkan sms, "Gw ngantuk nich, tidur di Masjid dari jam 11 tadi. Gw jalan dari Wapeala (Mapala Undip-red) jam 8. Sekarang masih di Terboyo Semarang. Hari ini panasss bangeet...."


Selesai melepas lelah, meskipun cuaca terbilang terik, Iwan melanjutkan perjalanannya kembali. Pukul 13.42 ia telah tiba di pinggir kota Demak. Menjelang magrib ia baru bisa memasuki kota Demak. Itu pun pusat kota masih sekitar 3km lagi, kata Iwan. Sore itu Iwan lelah sekali. Rasa kantuk menderanya dengan hebat. Padahal siang tadi ia sempat beristirahat dan tidur selama hampir 2 jam. Akhirnya, malam ini ia habiskan di SPBU 4459512 untuk melepas kepenatan.

nasi bungkus dan gapura kab. Demak

Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany. Silakan klik di sini untuk melihat petanya.

(reported by kaes)

Sunday, May 08, 2011

Day 15, BuB: Jakarta-Puncak Semeru-Jakarta

perjalanan ini didedikasikan untuk Adinda Tercinta, Almarhum Iwan Ketan

Minggu, 8 Mei 2011

Akhirnya Iwan mendapatkan keramah-tamahan dari para pegawai sebuah SPBU. Di SPBU 4450105 wilayah Semarang Barat ini para pegawainya sangat ramah. Mereka sangat men-support perjalanan yang sedang Iwan lakukan. Mereka mempersilakan Iwan untuk beristirahat, menumpang nginap, mandi, dan men-charge hp. Kondisi ini sangat berbeda dengan SPBU-SPBU yang pernah ia singgahi sebelumnya sebagai tempat melepas lelah pada malam hari. Begitulah penuturan Iwan atas kondisi semalam yang ia rasakan di SPBU 4450105 tersebut.
Target perjalanan hari ini adalah kota Semarang yang jaraknya tidak sampai 20 km dari tempat ia menginap. Rencananya, ia akan singgah di wapeala, mapala Universitas Diponegoro.

Menjelang siang hari, Iwan telah tiba di Simpang Lima, kota Semarang. Dari sana ia melanjutkan perjalanan menuju Universitas Diponegoro.


Saat tiba di markas Mapala Undip, posko tersebut masih tutup. Ia pun mengirimkan sms, "Gw dah di Mapala Undip tapi Sekre masih tutup. Terpaksa gw nunggu buka nich." Saat aku katakan agar ia sabar menanti. Iwan pun segera membalas, "Nggak apa-apa. Biar ajalah. Yang penting gw bisa rest, mandi, sama ngecas hp. Kalo ada anak Wapeala ntar gw izin sama anak pramuka. Toh gw tidur di depan sekre. Tempatnya semacam sanggar."
Saat malam menjelang, Iwan beri kabar kembali pada saya, "Gw udah nyuci. Tinggal makan dan sholat trus tidur. Besok pagi gw langsung jalan lagi."


Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany. Silakan klik di sini untuk melihat petanya.

(reported by kaes)

Saturday, May 07, 2011

Day 14, BuB: Jakarta-Puncak Semeru-Jakarta

perjalanan ini didedikasikan untuk Adinda Tercinta, Almarhum Iwan Ketan

Sabtu, 7 Mei 2011

Pagi ini Iwan mengirimkan sms dari sebuah SPBU di kawasan Hutan Jati Jawa Tengah, "Kondisi gw fit, cuma badan agak sedikit kedinginan karena semalam tidur di keramik mushola." Dan ketika aku membalas sms-nya agar dia lebih banyak beristirahat dan tidak "ngoyo". Ia pun membalas kembali, "Di dekat Alas Roban sini kan emang hawanya dingin, hal kayak gini sama dengan di gunung. Kalo tidur dan bangun tidur terasa dingin. Mudah-mudahan hari ini nggak panas. Ke Semarang dah tinggal 70km kurang. Jadi, minggu insya Allah dah bisa sampe masuk kota Semarang."
Satu jam lebih berselang sejak meninggalkan SPBU tempat ia menginap, Iwan mengabarkan bahwa ia telah melewati Alas Roban dalam kondisi gerimis. Langit saat itu gelap bak kondisi magrib. Saat memasuki Gringsing ia terpaksa mencari tempat berteduh karena hujan turun dengan lebat.
Lewat pukul tiga sore Iwan memasuki kota Kendal. Ia menyempatkan berpose sejenak di depan tower kota tersebut.
Dan selepas magrib, ia telah memasuki kota Kaliwungu. Berikut sms Iwan pada pukul 18.34, "Gw di Kaliwungu lagi makan. Kayaknya malam ini gw jalan sampe masuk batas Kabupaten Semarang karena nggak ada 5 km. Semarang tinggal 20 km lagi."
Pkl.19.55, ia mengabarkan kembali bahwa ia berada di SPBU 4450105 wilayah Semarang Barat.


Rute dan check point Iwan sampai hari ini, telah dipetakan oleh seorang sahabat, Ipank Dany. Silakan klik di sini untuk melihat petanya.

(reported by kaes)