Saturday, May 24, 2014

Petualangan 2014: FINAL ETAPE LARI JAKARTA SURABAYA PP, Hari ke-48 (MASUK JAKARTA..........!!!!)

LAST ETAPE LARI JAKARTA SURABAYA JAKARTA!!!


Sabtu, 24 Mei 2014 (HARI KE-48)

Hari ini adalah hari terakhir petualangan tahun ini. Iwan menargetkan sore ini ia bisa masuk kembali ke Jakarta. Menuju kediamannya di daerah Sunter Agung, Jakarta Utara.
Tadi malam ia beristirahat di Bekasi!
Seperti petualangan-petualangan sebelumnya, tidak ada selebrasi apapun menyambut keberhasilan Iwan melakukan petualangan yang agaknya cukup langka ini. Ya, bisakah Anda menyaingi dia melakukan hal yang sama? Berlari sejauh lebih dari 1000 km????
Saya sudah seach di google. Nampaknya belum ada yang menginformasikan tentang kegiatan seperti ini sebelumnya.
Saya pun sudah mendaftarkan petualangan Iwan tahun ini dan beberapa petualangan tahun-tahun sebelumnya ke Museum Rekor Indonesia, namun nampaknya hingga kini tidak ada respon! Mungkin harus bayar sejumlah uang kali ya untuk bisa mendapatkan sertifikat dari MURI??? (maaf, bila skeptis! Karena ini bukan yang pertama kali saya mendaftarkan diri Iwan ke situs resmi MURI)

Saya atas nama Iwan mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerja sama semua pihak yang telah menyukseskan petualangan Iwan kali ini.

Saat menulis hal di atas (Sabtu, 24 Mei 2014, pukul 07:23) dari depan komputer di rumah saya, saya belum menerima sms dari Iwan.
begitu ada sms, akan saya tuliskan di bagian bawah ini.
Selamat untuk Iwan!!! You are the best, at least in our family!

***

Nah setelah ditunggu-tunggu, akhirnya ada kabar dari Iwan via SMS.

"Gw di Bekasi di tempat Mawan. Nyantai dech di warnetnya. Nih gw habis sarapan nunggu nasi turun. Ngopi, ngudut dulu sebelum lari pulang." (08:19)

"Tadinya minggu mau slametan atas kuatnya sepatu "Devin" di Bunderan HI. Tapi karena Devin ada acara ke Lembang, jadinya minggu besok cuma mau nongkrong ngopi aja ama temen yang biasa nongkrong ama gw di bunderan HI." (08:24)

"Tadinya Mawan mau ngawal gw pulang. Tapi dadakan ada kondangan. Jadi dia nggak jadi." (09:08)

Tiba kembali di Jakarta (perbatasan dengan Bekasi)

"Gw lagi di Kelapa Gading. Lagi rest makan. Gw sengaja lari hari terakhir emang agak nyantai." (12:47)

"Gw udah di jalan Danau Sunter. Mau ke kantor Avtech dulu. Lapor" (13:31)

"Gw udah di Avtech." (13:47)

"Gw minta jatah nasi padang sama udut 234 sebungkus ke Boz Avtech sebagai tanda akhir perjalanan lari ini." (14:00)

Dan........selesailah sudah tugas saya untuk meliput perjalanan Iwan Sunter kali ini.
Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Friday, May 23, 2014

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya PP, Hari Ke-47 (Karawang - Bekasi)

Jumat, 23 Mei 2014 (Hari ke-47)


Iwan meminta untuk memberi judul "pelarian" nya hari ini dengan judul: Karawang - Bekasi.

"Temen fb gw yang ngasih nginep, karyawan PT Daihatsu. Edan, berangkat kerjanya dari Subuh. Dapet transportasi bus sich tapi begah juga ya kerja berangkat gini hari." (05:29)

"Di pinggir jalan tempat temen gw nunggu bus jemputan, rame banget karyawan dari berbagai PT. Orang yang jual makananpun juga banyak. Yang gila lagi pengemis-pengemis juga udah berseliweran dari subuh. Memanfaatkan kondisi."

"Gw udah di Lemah Abang, depan stasiun kereta." (07:25)

"Tumben gw lari sampe 2 jam baru rest." (07:30)

"Gw di pombensin tempat gw rest siang waktu berangkat. Ngademin mata di musholanya. Nich pombensin paling nyaman di antara pombensin yang gw singgahi. Biarpun tengah hari terik tetapi tetap nyaman karena teduh di kelilingi pepohonan. Pokoknya rest di halaman mushollah ini dijamin pules. Bisa mimpi indah." (08:26)

"Gw nggak jadi tidur takut bablas smape magrib. Gw juga takut mimpi indah ketemu bidadari. Pasti ntar dikatain: tuh bidadari matanya merem atau mabok?" (09:47)

"Gw udah di terminal Cikarang. Mau nyopet dulu, kerja sambilan. Lumayan buat tambah-tambah ongkos ke Hanoi perjalanan tahun depan hehehehe..." (09:49) ---just kidding

"Gw stop ah. Rest siang di masjid Cibitung." (10:25)

"Habis Jumatan gw tidur, sekalian sholat Ashar. Habis ashar langsung sikat mie ayam ama jus alpukat." (16:01)

"Gw udah di Bekasi dari magrib tadi." (21:17)


Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya, Hari Ke-46

Kamis, 22 Mei 2014 (Hari Ke-46)


"Habis minta ijin mandi, Kang Uyuh udah nyediain segelas kopi. Mantab....." (06:16)

"Ngopi sambil duduk di kursi di halaman kantor gedung Bulog, dengan halaman luas pepohonan mangga, segar udara pagi ini." (06:20)

"Menjadi jiwa dan hati yang sederhana tidaklah mudah. Kelembutan mengalir bagai air sungai yang tenang, rasanya aku belum bisa. Tapi setidaknya kelak aku ingin belajar. Sekilas waktu yang singkat aku di takdirkan untuk mengenal sosok tukang sapu ini. Semoga dirimu selalu sehat Kang Uyuh. Keberkahan untuk hidupmu. Amiin." (06:49)
Kang Uyuh dengan rutinitas pekerjaannya


"Gw udah pamit sama Kang Uyuh. Gw udah lari tapi nggak tau tumben dada gw berdebar. Makanya gw rest bentar di gapura perbatasan." (07:15)

"Asem, ngedeketin Cikampek malah macet. Nafas gw jadi ngap. Banyak debu ama asep knalpot." (08:10)

"Gw udah di Cikampek." (10:21)

"Gw udah di Karawang." (16:07)

"Gw lagi nyantai di Kota Karawang, cuci mata." (17:16)

"Judul Besok: Karawang - Bekasi" (18:09)

"Ada temen fb yang ngajak nginep. Sekarang gw di kos nya. Manteb nyaman damai." (19:38)

di tempat kos teman

Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Wednesday, May 21, 2014

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya PP, hari ke-41 s.d. ke-45

Wuihhh 5 hari sudah saya tidak bisa meng-update blog ini. gara-garanya, ada urusan di luar kota. Ya sudah, tepaksa laporannya saya gabungkan dari hari Sabtu, 17 Mei 2014 s.d. Rabu, 21 Mei 2014.

Sabtu, 17 Mei 2014 (Hari ke-41)

"Gw lagi mandi dan boker di sungai tempat gw dulu juga singgah sewaktu jalan kaki 2011." (06:43)

"Tadi pagi jam 4 gw udah bangun karena udara dingin. Maklum Ajibarang deket perbukitan." (06:52)

"Gw baru kelar mandi nich lagi nunggu kering." (07:01)

"Pagi ini cuaca redup mendung." (07:55)

"Gw udah di Bumiayu." (09:06)

"Dari kecamatan Payuyangan jalan menurun ke Bumiayu. Gw nahan dengkul. Dari Bumiayu ninggalin kotanya jalan menanjak. Gw nahan betis." (11:03)

"Masuk Bumiayu tadi cuaca udah panas lagi." (11:04)

"Kadang di saat gw lari di jalanan sepi dan di bawah terik matahari gw merasa kayak orang gila. Kendaraan yang lewat satu-satu itu cuma ngeliat heran." (16:17)

"Gw udah di Prupuk." (16:18)

"Jalur yang gw lewati asik, sepi. Nyusuri pinggiran kali dan pesawahan." (16:38)

"Gw mau nggak mau lari malam. Di Ketanggungan ada temen cs gw. Kalau pun nggak dapet Ketanggungan, ntar bisa di jemput evakuasi. Paginya di balikin." (17:53)

"Gw pasang lampu depan belakang." (18:00)

"Tadi pas di tempat gelap ada ibu-ibu entah dari mana di pinggir jalan. Dia teriak kenceng begitu pas dia nengok mau nyeberang liat gw. hehehhe gw di sangka setan kali." (18:33)

"Gw bingung, kalo lari malam gw kok malah manteb. Apa faktor karena nggak panas ya." (18:34)

"Lari kayak sekarang di jalur Prupuk Ketanggungan, lari malam yang gelapnya pekat ditambah sepi. Penerangan cuma dari kendaraan yang lewat. Butuh mental dan cinta jalan raya." (18:40)

"Gw udah di Larangan. Ketanggungan kata temen gw 7 km lagi." (19:21)

"Satu setengah jam lalu gw dah sampe di rumah temen gw." (23:14)

"Gila! Jalur yang gw takutin untuk lari malam akhirnya bisa gw lewati juga!" (23:17)


Minggu, 18 Mei 2014 (Hari ke-42)

"Tadi pagi gw lari 3km untuk bayar utang karena malam di evakuasi temen agar tidur nyaman di rumahnya. Sekarang gw baru mau start karena gw di jamu makan dulu." (09:24)

"Gw udah di Losari." (12:12)

"Nyampe di Losari di rumah Endung juragan es balok langsung disuguhi es timun suri. manteb..." (13:58)

"Gw baru sampe di Mundu." (19:16)

"Gw udah di balai diklat Cirebon." (21:18)


Senin, 19 Mei 2014 (Hari ke-43)

"Mudah-mudah perjalanan Cirebon Jakarta bisa dibikin rileks dan nggak ada halangan. Bisa masuk jakarta hari sabtu sesuai perkiraan gw." (19:45)

"Hari ini gw ngerasain panas yang manteb. Jam 2 mau lanjut aja. jadi mulur setengah jam." (14:25)

"Gw nginep di pombensin." (19:25)


Selasa, 20 Mei 2014 (Hari ke-44)

"Gw udah di Losarang. Rest siang di mesjid." (11:39)

"Gw udah di Kandanghaur. Gw jadi inget waktu berangkat di kasih nginep di PLN Kandanghaur. (15:57)

"Kadang waktu adalah kenangan. Dan kenangan yang mengharukan karena perjalanan ini diberi simpati adalah kedamaian. Terima kasih karyawan-karyawan PLN Kandanghaur atas kebaikan kalian tetap kuingat. Di antara letih dan kantukku saat itu, aku sudah diberi tempat bermalam yang sangat nyaman. Sekali lagi terima kasih." (16:02)

"Di pekuburan Kandanghaur, truk besar, truk gandeng, truk kontener, bus atau mobil pribadi yang biasa ngebut dan suka nyalip, tadi gw salipin semua. Mereka pada kena macet. Cuma gw yang bisa selap selip." (16:43)

"Gw udah di Eretan Wetan." (16:49)

"Gw udah di Patrol." (18:57)

"Gw nginep di masjid Patrol, seperti perjalanan tahun lalu 2013. Juga seperti rest siang waktu perjalanan gw berangkat sebulan lalu." (20:28)


Rabu, 21 Mei 2014 (Hari ke-45)

"Sukra macet total. Gw lari juga jadi sengsara." (07:28)

"macetnya lumayan panjang. Sekitar 5km. Tuh supir pasti pada puyeng." (20:04)

"Gw di Pamanukan. Cuaca panas banget." (11::33)

"Tiduran di halaman masjid dengan angin yang sepoi-sepoi bikin terlena." (13:18)

"Mau mandi dulu. Sholat trus cari makan. Trus lanjut." (13:21)

"Gw di Sukamandi, Ciasem." (16:06)

"Cirebon Jakarta kalo naik sepeda, start jam 7 pagi nyampe jam 7 malem. Eh jalan kaki/ lari 6 hari baru nyampe." (16:09)

"Asem, barusan gw papasan sama orang gila cewek. Eh orang gilanya buang ludah. Sialan di kata gw lebih bau dari dia kali." (16:20)

"Gw di Sukamandi, Ciasem." (16:35)

"Alhamdulillah habis rest siang tadi kaki gw lebih enak. Bisa lari lebih lama dan cepet. Padahal dari bangun pagi pergelangan kaku kanan gw sakit banget. Sekarang gw udah di Patokbesi." (17:10)

"Gw nginep di gudang Bulog Patokbesi." (19:27)

"Namanya Kang Uyuh. Orangnya pendek, sederhana, dan sangat santun. Dia hanya seorang tukang sapu di gudang Bulog. Aku mulai mengenalnya saat dalam perjalanan keberangkatan lari. Aku nggak sengaja rest di rest di depan gudang Bulog yang akhirnya gw beranikan diri untuk masuk minta air minum. Saat itu satpam sedang nggak ada. Hanya ada Kang Uyuh yang menyambutku dengan senyum. Sedikitpun dia nggak curiga dengan penampilanku yang urakan. Tapi dia malah ramah memberi air minum. Bahkan menyilahkan mandi dan membuatkan segelas kopi. Ah Kang Uyuh sosok sederhana yang sangat bisa kujadikan inspirasi." (19:36)

"Dan saat aku berlari sekarang dalam menuju pulang, aku kemalaman. Hari udah gelap dan bayanganku adalah mencari posisi gudang Bulog. Dan alhamdulillah akhirnya ketemu. Aku pun bergegas masuk ke dalam. Huff alangkah senengnya bisa ketemu Kang Uyuh. Kang Uyuh pun senyum dan menyambut ramah. Aku pun diizinkan untuk bermalam." (19:43)

"Siapa Kang Uyuh? Aku kaget bukan kepalang saat seorang satpam bercerita tentang nya. Kang Uyuh cuma seorang tukang sapu namun pribadinya sangat ramah dan sopan. Bahkan kepala gudang bulog di sini sangat sayang dengannya. Kang Uyuh nggak hanya ramah sama karyawan, kuli atau satpam tempatnya bekerja tapi dia ramah sama orang gila. Kerap dia menawarkan makan pada orang gila. Pantas saat aku duduk seorang gila masuk ke dalam cuma sekedar cium tangan Kang Uyuh. Huf nggak habis pikir aku. Aku bersyukur di petualanganku kali ini aku dipertemukan dengan orang yang bisa membuka mata hati ini lebih melihat tentang keramahan." (19:52")
Bersama Kang Uyuh, sosok sederhana, ramah, dan baik hati

Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Friday, May 16, 2014

Perjalanan 2014: Lari Jakarta Surabaya PP, Hari ke-40

Jumat, 16 Mei 2014 (hari ke-40)


"Pombensin kecil tapi bersih. Mushola nya full ac. Dan yang paling penting sangat aman (depan ada polsek)" (06:40)

"Pagi ini gw dapet berkah dari sebuah warung nasi. Untuk ngirit karena duit nipis, gw beli nasi 5 ribu sedapetnya aja. Eh malah dikasih nasi sayur tumis daun pepaya, bihun, sambel, 2 perkedel. Ditambah gw dikasih seplastik teh manis dan 2 pisang. Gw yakin harga aslinya pasti lebih dari 10 ribu. Mudah-mudahan kebaikan pemilik warung menjadi keberkahan bagi hidupnya." (07:41)

"Gw nggak lewat Purwokerto. Gw via Wangon. Langsung nongol di Ajibarang." (13:46)

"Besok target gw paling deket Prupuk." (14:05)

"Gw udah di Ajibarang." (17:35)

"Ajibarang manteb, kulinernya banyak banget. Macem-macem. Tapi gw mesti nyari yang murah. Udah tipis dana lari." (17:41)

"Ajibarang yang kurang manteb: nggak ada angkringan." (17:48)

"Celingak-celinguk cari angkringan nggak ada. Tempe penyet juga manteb lah. Lumayan enak banget. Nambah tenaga. Gw mau lari dikit lagi nyari pombensin di depan." (18:13)

"Gw nggak jadi lari. Gw stay di pombensin Ajibarang ajalah." (18:36)

"Gw kembali ke tahun 2011: gw nginep di pombensin yang sama." (19:01)

"Gw tidur di posisi yang sama 3 tahun lalu: di sudut halama mushola pombensin." (19:11)

"Kalo fisik kuat dan bisa ngikutin titik-titik berhenti jejak jalan kaki tahun 2011, berarti Jakarta 9 hari lagi." (19:16)

"Insya Allah senin siang gw udah masuk Cirebon." (19:21)

Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Thursday, May 15, 2014

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya PP, hari ke-39

Kamis, 15 Mei 2014 (hari ke-39)


"Semalam gw tidur di bangku panjang bambu. Paginya gw lari santai sampe Karanganyar nyari sarapan. Menu pagi yang asik: nasi gudeg plus telor. Sekarang nunggu nasi turun..." (07:00)

"Hari ini mood gw payah. Lari baru 3km liat warung lotek malah berhenti. Padahal tadi udah makan nasi gudeg. Pake penutup kopi lagi. Hidup indah kali jadi orang kaya. Petualangan nggak pusing ama duit." (09:16)

"Dua hari lalu gw ketemu sama anak Semper (Jakarta Utara-red). Abis plesiran ke Yogja. Katanya duitnya hilang. Dia coba jalan kaki padahal dia masih pegang hape 2 biji. Yang gw heran tuh anak bego amat milis trus jalan kaki dengan risiko di jalan yang tinggi. Juga biaya makan minum. Kenapa dia nggak jual aja hapenya trus naik kreta. Padahal ibunya udah was-was nyuruh cepet pulang. Awalnya gw simpati. Waktu ngobrol di masjid, gw kasih duit buat makan minum di angkringan. Tapi tambah lama kok gw pikir dia bego banget. Kenapa sampe hari ini masih jalan? Kemarin dia udah teriak minta P3K via sms, kakinya sakit. Mungkin dia pikir kalo dia bisa pulang jalan kaki Yogja Jakarta jadi hebat kali. Padahal jalan kaki itu butuh persiapan lumayan matang. Bukan nyari penyakit dengan cara yang konyol..." (09:33)

Setelah sms di atas, kami saling ber-sms-an membahas kekonyolan si anak Semper tersebut. Kami sebut konyol karena ia tergolong nekad. Hanya karena duitnya hilang ia nekad berjalan kaki pulang menuju Jakarta. Padahal dengan berjalan kaki tentu saja butuh waktu lama, berisiko, dan juga butuh dana untuk makan dan minum. Entah dari mana ia mendapatkan uang untuk makan dan minum yang bila ia dapatkan sebenarnya akan lebih berharga bila ia gunakan untuk membeli tiket kereta api ataupun bus malam.
Agak aneh memang bagi kami berdua, walaupun tetap terbesit rasa iba. Aneh, karena toh ia masih memegang hape 2 buah, meskipun buatan China, yang bisa ia jual untuk sekedar membeli tiket pulang. Aneh, karena bila ia memiliki keluarga, tentu saja ia bisa meminta bantuan keluarganya. Kecuali bila keluarga yang bersangkutan memang tidak peduli.
Ah, akhirnya kami menyudahi pembicaraan tentang si "anak Semper" tersebut dengan tanda tanya di kepala kami masing-masing.
Semoga ia diberikan kemudahan selama dalam perjalanan...

"Gw nyantai di Gombong nich. Tadi sempet tidur setengah jam di warung yang tutup pinggir sawah. Gara-gara liat tempat teduh banget." (09:35)

"Lama nggak ngudut akhirnya gw beli udut karena kangen udut." (16:47)

"Target hari ini Buntu. Tapi Buntu masih 4 km lagi. Gw agak lambat karena hari ini gw banyak berhenti karena lapar. Jadi gw makan mulu." (17:54)

"Pombensin Buntu adalah tempat gw nginep waktu jalan kaki tahun 2011." (18:01)

"Pombensin Buntu adalah pombensin yang paling gw suka di antara pombensin yang pernah gw singgahi. Karena di sini bersih dan juga fasilitas umum gratis. Nggak komersil." (21:52)

Dikisahkan oleh Kuwat Slamet


Wednesday, May 14, 2014

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya PP, hari ke-38

Rabu, 14 Mei 2014 (hari ke-38)

Foto saat Iwan memasuki Kab. Demak, beberapa minggu lalu.


"Tadi malam gw nginep di Mapala Universitas Muhammadiyah Purworejo. Gw baru pamit mau lanjut perjalanan, gara-gara keasikan nonton youtube dodit stand up comedy." (08:01)

"Alun-alun kota Purworejo menurut gw adalah alun-alun terluas di Jawa Tengah, mungkin juga se-Jawa." Biasanya alun-alun yang gw lewati di suatu kota di Jawa nggak seluas ini." (08:09)

"Gw udah di Kutoarjo." (09:27)

"Lari baru dapet 4km perut tau-tau laper minta di isi makan pagi. Lemes.... Langsung beli nasi dibungkus, trus makan di bawah pepohonan." (10:49)

"Gw rest siang. Gw di Prembun." (12:47)

"Kembali kena hujan lagi. Padahal Kebumen tinggal 7km lagi." (16:38)

"hehehhe perjalanan jadi semakin lama dan yang pasti nambah budget tak terduga. Waktu jalan kaki (tahun 2011-red) gw bisa irit sehari 20 ribu. Kalo lari seperti ini paling irit sehari 30 ribu." (16:43)

"Gw dah di Kebumen tapi kayaknya masih mau lari nich. Mau sampe tempat gw nginep kayak perjalanan tahun lalu." (18:08)

"Gw baru rest di mushola restoran minang, tempat gw bermalam waktu perjalanan bersepeda dan mendaki gunung tahun lalu. Lari malam emang ngeri. Tipis banget ama jarak bus-bus yang ngebut!" (20:12)

Dikisahkan oleh Kuwat Slamet

Tuesday, May 13, 2014

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya PP, hari ke-37

Selasa, 13 Mei 2014 (hari ke-37)


Tak ada sms yang saya terima pagi ini. Sms dari Iwan baru ada pada siang hari.

"Hari ini cuaca terik bikin gw basah kuyub karena keringat. Cuaca nggak seperti kemarin yang lebih ramah dan enak dibawa untuk lari. Setengah 12 tadi gw langsung stop rest di masjid untuk mandi, nyuci, sholat, dan tidur. Ini gw baru bangun. Nunggu matahari agak redupan baru gw lari lagi." (13:53)

"Weleh mau lari kok malah hujan. Redupnya kelewatan." (14:06)

"Karena hujan gw cuma bisa bertahan di Purworejo." (17:17)

"Purworejo masih hujan. Sekarang malah hujan gede." (22.04)

Dikisahkan oleh Kuwat Slamet