Thursday, April 17, 2014

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya, hari ke-11 dan ke-12

Kamis, 17 April 2014


Kemarin saya tidak sempat meng-update perjalanan Iwan karena sebuah kesibukan yang sedang saya lakukan. Hari ini saya gabungkan saja informasi yang saya terima dari Iwan.

Hari Selasa malam kemarin Iwan menumpang nginap di sebuah pom bensin di kecamatan Margadana Kota Tegal.
Keesokkan harinya, ia kembali melanjutkan perjalanannya. Ini sms dari Iwan pagi itu, "Irama antara Tegal Pekalongan adalah irama jalan raya yang paling kusuka."
"Hari ini target gw cuma sampe Pemalang lewat.."

"Lepas dari pombensin gw berlari kecil. Sampe pinggir Tegal gw berhenti di pos polantas minta air dan numpang boker. Trus lanjut bentar cari kopi dan sarapan di sebuah warung pinggir jalan, di samping sebuah masjid berwarna-warni yang pernah diambil foto oeh Coni saat dia bersepeda Cisolok Jakarta Pekalongan."

Tengah hari kemudian, ia kembali mengirimkan sms, "Di pinggir jalan yang dekat pantai, angin semilir memanjakanku yang terdiam terduduk pada bangku bambu panjang di bawah pohon rindang. Letih dan keringatku sedang kulepas agar aku segar kembali. Tempat wisata Purwahamba Indah sudah kulewati. Aku duduk juga menenangkan detak jantungku sebelum aku berlari kembali di tengah terik mencari sebuah masjid untuk istirahat siang."

Dan menjelang malam, ia mengirimkan kabar bahwa ia menumpang nginap di pombensin, di luar kota Pemaang.

Pagi ini, Kamis, 17 April 2014, Iwan mengirimkan secuil sms, "gw udah di Comal. Biasa rest cari minum."
"Kembali bercucuran keringat mengalir setelah lari menatap mentari pagi."

(to be continued)

Dikisahkan kembali oleh Kuwat Slamet

Tuesday, April 15, 2014

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya, Hari-10

Selasa, 15 April 2014


Pagi-pagi Iwan mengirimkan sms, "gw tadi malam nginep di tempat temen yang juragan es balok di desa Panggang kecamatan Losari. Teman ini salah satu yang mengikuti perjalanan petualangan-petualangan yang gw lakukan tiap tahun. Biasanya di desa ini gw nginep di rumah teman gw yang tukang sayur. Tapi karena tadi malam dia lagi aplusan dagang di Jakarta, jadi tadi malam gw nginep di rumah teman yang jadi tukang es ini. Sekarang gw mau start setelah ngobrol ngalor ngidul, ngopi, dan sarapan."

Sekitar satu jam kemudian ia kembali mengirim sms, "begitu rest, keringat pun mengalir deras setelah 1 jam berlari."

"Seorang laki tua dengan bersepatu butut membawa tas gendong melangkah di depanku. Aku nggak tau kemana tujuannya. Aku hanya jadi berpikir tentang perjalanan kaki gw 3 tahun yang lalu. Sebuah perjalanan yang banyak memberikan pelajaran hidup di jalan. Lelaku tua itu terus melangkah, masih terlihat dari pandanganku. Mungkin sebentar lagi tersusul lariku yang tengah bersiap. Siapapun dirimu dan apapun tujuanmu, bagiku kau juga petualang, Pak Tua. Yang lebih berseni daripada acara TV yang katanya petualangan tapi cuma dagelan jalan-jalan...."

DIkisahkan oleh Kuwat Slamet

Monday, April 14, 2014

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya, Hari ke-09

Senin, 14 April 2014


Pagi ini Iwan kembali melanjutkan perjalanannya. Satu hari full istirahat di kota Cirebon kemarin telah membuat dirinya bugar kembali.
Setelah sarapan seadanya dan berpamitan dengan teman-temannya di Cirebon, ia segera mengayunkan langkah kakinya untuk kembali berlari.

Menjelang pukul 4 sore, Iwan mengirimkan kabar bila ia telah berada di desa Malakasari yang letaknya 5km sebelum Losari. Ia sengaja mampir ke desa ini karena ada seorang sahabat lamanya yang tinggal di sini, teman sesama pedagang di pasar bambu kuning Sunter.

Di desan tersebut Iwan keasyikan ngobrol dengan temannya. Gak terasa jam 8 malam ia baru kembali untuk berlari. Dalam gelap dan rintik gerimis Iwan berlari sejauh 5km, dari desa Malakasari menuju kecamatan Losari.
Setangah kemudian ia tiba di kecamatan Losari. Ia segera menuju pasar bawang menunggu seorang teman yang akan mengajaknya menginap di rumahnya....


Dikisahkan kembali oleh Kuwat Slamet

Sunday, April 13, 2014

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya, Hari ke-08

Minggu, 13 April 2014


Hari ini Iwan full beristirahat di Cirebon. Hal ini ia lakukan untuk memulihkan stamina dan juga untuk menormalkan alur pernafasannya. Rencana, esok ia akan memulai kembali perjalanannya.

Dikisahkan kembali oleh Kuwat Slamet

Saturday, April 12, 2014

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya, hari ke-07

12 April 2014


Pagi-pagi sekali Iwan telah memulai langkah larinya. Waktu belum menunjukkan pukul 7 pagi, ia telah memasuki wilayah Kabupaten Cirebon. Semalam ia menginap di sebuah masjid yang ada di pinggir jalan raya Indramayu - Cirebon. Ia menargetkan sore ini harus tiba di kota Cirebon.

"Gw baru aja ngelewatin bulakan (kanan kiri sawah) yang panjang. Lumayan lelah. Bentar lagi 3km nyampe rumah makan pringsewu Cirebon tempat kita makan sewaktu selesai memakamkan Agus (adik kami-red), " begitu isi sms Iwan pagi itu.

Menjelang pukul setengah delapan, ia kembali mengirimkan sebuah sms, "aku terkesima mengamati petarung-petarung sejati (pedagang asongan) yang semangat membara mencari pembeli menawarkan dagangannya yang dengan penuh harap hari ini ada rezeki bagus buatnya. Tak terbayang senyum manis anak istri di rumah menantinya pulang dengan duit yang berkah. Tatkala seorang laki-laki mencari rezeki dengan gigih aku yakin sang anak dan istri pasti berdoa untuk harapannya. Malory...bapak sayang Uwi....bapak akan terus bertarung untukmu..."

"Setiap gw petualangan gw sebelumnya udah bikin tabungan khusus untuk ninggalin Uwi..."

"Kalau sebelum tengah hari udah masuk Palimanan, gw mau paksain cepat ke Cirebon. Nggak pake istirahat siang selama 3 jam seperti biasanya."

Dan.... pukul 4 sore lewat akhirnya Iwanpun memasuki kota Cirebon dan menumpang beristirahat di kantor balai diklat....

Dikisahkan kembali oleh Kuwat Slamet

Friday, April 11, 2014

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya, hari ke-06

11 April 2014


Pagi ini tidak ada kabar dari Iwan. Ia baru mengirimkan kabar menjelang pukul setengah dua belas siang melalui sebuah pesan singkat, "gw di jalan arteri Lohbener arah Jatibarang. Istirahat di masjid setelah lari seperti kemarin di bawah terik matahari. Alhamdulillah ketemu masjid di jalan yang kayak toll ini."

Setelah itu, kembali tidak ada kabar dari Iwan. Mungkin ia sedang konsen dengan perjalanannya.
Bada' magrib barulah ia mengirimkan pesan singkat kembali, "gw stop pas azan magrib dan udah kedinginan. Gw istirahat di sebuah masjid yang biasa gw singgah siang kalau naik sepeda. Cirebon masih cukup jauh."

"Tiap sore hujan melulu, hawa jadinya dingin banget. Gw jadi males untuk lari lagi."

"Besok, walau sampenya malam, mau gw geber masuk diklat (kantor diklat, maksudnya) biar gw aman tidurnya".

Dikisahkan kembali oleh Kuwat Slamet

Thursday, April 10, 2014

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya, hari ke-05

10 April 2014

Setelah sholah subuh di sebuah masjid tempat ia menumpang nginap tadi malam, Iwan memulai perjalanannya hari ini. Ia berlari kembali saat hari masih gelap untuk bisa mencapai kota Pamanukan. Dan sekitar satu jam kemudian ia tiba di kota tersebut.
Di sana ia mencari sebuah warung untuk mengisi perutnya...

Menjelang pukul 10, Iwan mengirimkan sms:
"Di antara lelah aku melepas lelah di masjid sukra....di sebelah sekolah madrasah, yang muridnya sedang beristirahat. Mataku tertuju pada sekelompok anak yang bermain benteng-bentengan. Murid laki-laki melawan murid perempuan. Usia mereka sekitar 2 tahun di atas Malory (anaknya Iwan-red). Mereka asik bermain dengan sesekali tertawa. Dalam lelah ini aku mengingat masa kecilku dulu. Aku juga sering bermain benteng-bentengan. Tak terasa aku serius memperhatikan permainan mereka. Ah, sungguh hiburan bagi lelahku pada sebuah madrasah ini. Intermezo pikiran yang asik..."

"Dan tatkala aku mengkhayal....aku serasa ingin kembali ke masa kecil dulu...."

"Tiba-tiba bel tanda istirahat selesai berbunyi. Permainanpun bubar. Permainan itu bukan perkara menang atau kalah tetapi senyum bahagia mereka adalah hiasan untuk hatiku di siang ini yang sedang lelah. Satu per satu mereka masuk kelas, menatap janji untuk bermain lagi esok..."

"Aku tak menyangka ada anak madrasah samping masjid Patrol di kala rest ini. Bermain di atas gundukan pasir sedang matahari masih terik. Sedangkan aku sekarang ini takut, mau lari saja enggan. Anak-anak kecil memang berada di masa bahagia. Duh aku jadi sangat kangen dan mencintai Malory."

Sekitar pukul 4 sore Iwan mengabarkan bahwa dirinya tengah berada di daerah Ereten. Ia beristirahat di depan rumah makan Pringsewu.

Dikisahkan kembali oleh Kuwat Slamet