Friday, July 31, 2015

PENDAKIAN GUNUNG SALAK DENGAN MEMBAWA SEPEDA



PENDAKIAN GUNUNG SALAK DENGAN MEMBAWA SEPEDA

Pendakian ini adalah sebuah perjalanan yg telah lama tertunda, dikarenakan banyaknya kesibukanku akan profesiku sebagai kuli panggul di sebuah pasar daerah sunter agung. Perjalanan ini sebenarnya sudah lama kurancang jauh hari, mengingat gunung ini adalah gunung pertama kali yg kudaki, dalam menekuni dunia pendakian gunung..
Niat akan mendaki gunung salak  dgn membawa sepeda adalah sebuah perjalanan yg menurutku kewajiban...tahun lalupun saat kuniatkan utk mendaki gunung ini, namun ternyata akhirnya gagal dikarenakan mood seleraku yg sedang tidak ON..
Barulah setelah kurasa bahwa pendakian ini tak boleh lagi ditunda tunda, akhirnya tahun ini setelah lebaran 2015 aku melakukan perjalanan bersepeda dari rumah hingga cicurug kabupaten sukabumi utk mendaki gunung yg telah lama kudambakan ini.. dan setelah pendakian berhasil hingga puncak, sepedanya kembali kukayuh hingga tiba di rumah..

Inilah beberapa dokumentasi perjalanan sepeda dan mendaki gunung salak ini 



















Sunday, June 28, 2015

Day 60 Lari Aceh Jakarta 2015 (FINISHED)

Day 60, Kamis, 28 Mei 2015

Menjelang tengah hari, Iwan teah memasuki wilayah Sunter Agung, Jakarta Utara. Kedatangannya telah disambut oleh wartawan televisi MetroTV.
Ya... Iwan akhirnya telah berhasil menyelesaikan petualangannya pada tahun ini. Ini adalah petualangan terberat yang ia lakukan, mengingat ia bukan seorang yang ber-basic pelari!
Selamat ya Bro....!!


Diceritakan oleh Kuwat Slamet

Thursday, May 14, 2015

Day 46 Lari Aceh Jakarta 2015 (tiba di Palembang)

Day 46, Kamis, 14 Mei 2015


Hari ini Iwan sudah berhasil memasuki kota Palembang, Sumatera Selatan.
Berikut beberapa sms yang ia kirimkan pada saya.

Pukul 11.03: "Gw udah deket Palembang. 14 km lagi. Kemungkinan gw nginep di Mapala. Jumat gw rest total."

Pukul 13.38: "Berita duka. Celana yang gw jemur di pagar, saat rest di mesjid, ilang satu."

Pukul 13.57: "Malingnya nggak ada kerjaan. Untung nggak diambil dua-duanya. Kata Ibu warung deket mesjid yang gw singgahi emang sering ada yang ilang. Untung sepatu tadi udah gw geser deket gw tidur-tiduran."

Pukul 16.14: "Gw dah setengah jam di jembatan Ampera. Lagi nunggu anaknya Pak Achi yang kebetulan lagi di Palembang. Pengen ketemuan."

Di Jembatan Ampera, Palembang. Hari ke-46
Rute Tempuh Aceh hingga Palembang
Diceritakan oleh Kuwat Slamet

NOTED: 
Karena sesuatu hal, update perjalanan Iwan saya akhiri di sini. Ia sudah tidak ingin lagi dipatau untuk sisa perjalanannya yang masih sekitar 600 km lebih...
Semoga Iwan bisa menyelesaikan perjalanannya dengan baik pada tahun ini tanpa rintangan yang berarti.... Aamiin...

Day 44 dan Day 45 Lari Aceh Jakarta 2015 (Jambi - Palembang)

Day 44, Selasa, 12 Mei 2015


Pukul 13.13: "Gw di Sungai Lilin, rest siang di masjid."
Iwan kemudian melanjutkan sms-nya, "Kalo nggak ada kendala, Kamis sore gw masuk Palembang."
"Tiap hari cuacanya sadis. Panas banget! Dah gitu jalannya juga naik turun. Bikin kaki pegel."

Day 45, Rabu, 13 Mei 2015

Pukul 13.34: "Gw rest di SPBU, 58 km lagi Palembang. Habis rest gw ambil 20 km lagi. Jadi, besok tinggal 38 km, yang artinya besok tengah hari target 30 km kayak biasa, sisanya 8 km setelah rest siang."

Pukul 13.36: "Sudah 2 hari target sehari 50 km bisa diambil, itu karena nyeri lambung udah ilang. Lari sudah stabil. Cuma rasa bosan yang tetap ada: liat jalan naik turun dengan cuaca panasnya."

Iwan juga me-repost sms dari sahabatnya yang berisi: "Siang ini, barusan aja, liputan di Jambi wawancara di jembatan Gentala Arasy masuk berita di metro TV, Mas."
Iwan menuturkan bahwa yang mengirim sms tersebut adalah anak buah Pak Achi di Jambi.

Pukul 17.03: "Sumsel nih banyak jalan rusak. Jadi, jalanannya berdebu kalo truk atau mobil melintas. Lengkap sudah penderitaan ditambah cuaca panas dan bikin lari jadi malas."

Pukul 18.39: "Gw nginap di warung makan. Kalo kemarin gw nginap di mesjid. Besok mudah-mudahan nyampe Palembang."

Pukul 21.09" "Malam ini hape gw off. Batere habis. Nggak bisa ngecas."

Diceritakan oleh Kuwat Slamet

Monday, May 11, 2015

Day 43 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 43, Senin, 11 Mei 2015


Pagi-pagi saya mengirimkan sms kepada Iwan untuk menanyakan kabar dirinya. Maklum, kemarin ia masih kurang fit. Rasa was-was menghantui saya karena kemarin malam ia tidak mengirimkan kabar.

Alhamdulillah pukul 09.09 Iwan menjawab sms saya.
"Masih sakit dikit. Tapi gw lari pelan-pelan kok. Lumayan bisa dapet 12 km baru rest."
"Pagi tadi sebelum lanjut perjalanan, gw dibikinin mie rebus pake telor dan teh hangat. Pemilik warung bilang kalo dia ingin bersedekah sama gw. Alhamdulillah masih ada orang baik dan simpati sama perjalanan ini."

Pukul 13.52: "Insya Allah besok bisa lebih baik. Tengah hari udah dapet 28 km. Gw mau rest sampe jam 3 biar badan gw enak."

Pukul 18.58: "Tadi habis rest siang gw udah bisa lari kenceng. Lambung dah nyaman. Mudah-mudahan besok lambungnya sudah pulih benar."

Membaca sms dari Iwan ini saya langsung merasa lega. Segera saya tanyakan di mana posisinya saat ini.
Iwan menjawab, "32 km menuju arah sungai Lilin. Gw numpang nginap di sebuah warung makan. Yang punya orang Jawa. Aman, orangnya baik, dan sangat welcome."

Iwan melanjutkan sms-nya, "Gw di kasih makan. Berpikir positif menghasilkan rezeki yang tidak terduga."
"Kopi rokok sudah pasti gw hindari tapi kalo minuman dingin nggak bisa."


Selesai ber-sms-an saya pun mengucapkan selamat beristirahat pada Iwan....
prediksi lintasan Iwan hingga hari ke-42 kemarin
Diceritakan oleh Kuwat Slamet

Day 42 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 42, Minggu, 10 Mei 2015


Pukul 7.16 Iwan mengirimkan sms pertanyaan pada saya, "Perkiraan kenapa ya ulu hati kanan nyeri. Maag atau apa? Mungkin ini gara-gara makan kenyang, banyak ngopi, dan rokok selama di Jambi?"

Membaca sms ini saya cukup terkejut. Segera saya balas, "Astagfirullah....dah tau lagi lari jarak jauh ya kok ngopi dan ngerokok. Kalo nyeri di sebelah kanan semoga bukan jantung."

Saya mencoba menasihati Iwan untuk melakukan gaya hidup yang lebih sehat selama dalam perjalanan. Saya pun mengajarkan dia untuk melakukan beberapa gerakan terapi dan pengaturan pernafasan.
Tak lupa, saya memintanya kembali agar ia mau memeriksakan dirinya ke dokter saat tiba di sebuah kota yang agak besar.
Iwan pun berjanji untuk melakukan nasihat saya.

Pukul 12.32 Iwan kembali mengirimkan sms, "biasanya tengah hari gini gw kuat lari nonstop 10-15 km tapi sekarang payah. Karena nyeri lambung cuma bisa lari 5 km."
Saya pun menjawab agar ia tidak memaksakan diri. Sekuatnya saja.

Pukul 15.49: "Gw tidur pules banget 2 jam. Bangun langsung mandi dan sholat. Posisi gw di masjid di Bayung Lencir, Kabupaten Muba."

Pukul 16.04: "kayaknya gw mau sakit, lari gampang lemes. Lari nonstop aja cuma kuat 5 kilometer. Ntar di Palembang gw mau rest total.""Ini faktor cuaca juga. Hari ini panas banget kayak pas waktu mau masuk Jambi."

Pukul 16.10: "Gw lari pelan-pelan aja yang penting jaga kondisi daripada nggak bergerak. Syukur-syukur bisa dapet 10-an km".

Pukul 19.13: "Gw numpang nginap di warung makan pinggir jalan. Gw beli nasi tapi duitnya nggak diterima. Mudah-mudahan pemilik warung ini dilimpahkan rezeki yang lebih besar."


Karya sahabat Jimmy Drago untuk Iwan:

Diceritakan oleh Kuwat Slamet

Saturday, May 09, 2015

Day 41 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 41, Sabtu, 9 Mei 2015


Pagi ini Iwan melanjutkan perjalanan kembali meskipun kondisi tubuhnya masih belum fit. Kemarin, ia terpaksa menunda perjalanannya karena ulu hatinya terasa sakit.
Pukul 13.42 ia mengirimkan kabar, "Hari ini perut gw masih nggak enak tapi gw paksain lari dari tempat evakuasi kemarin. Gw baru lari sekitar 15 km-an, gw langsung rest. Jam 3 gw baru lari lagi. Mungkin hari ini akan menjadi jarak terpendek selama gw lari. Gw lagi nyari sela bagaimana agar perut ini bisa jadi enak lagi."
Ia melanjutkan sms-nya, "Alhamdulillah hari ini kuku kaki gw udah bisa lepas satu."

Pukul setengah enam sore Iwan kembali mengirimkan kabar via sms.
"Gw baru masuk Sumsel."
"Gw di SPBU deket perbatasan".
tugu perbatasan Sumatera Selatan

Diceritakan oleh Kuwat Slamet

Friday, May 08, 2015

Day 40 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 40, Jumat, 8 Mei 2015


Pagi ini Iwan meng-sms saya meminta agar saya menelponnya.
Saat saya telpon ia mengabarkan kondisi dirinya hari ini. Ia mengatakan bahwa hari ini ia masih rest di kota Jambi, setelah kemarin pun seharian ia beristirahat di kota tersebut.
Ada dua alasan. Pertama, pagi ini ia tiba-tiba merasakan ulu hatinya tidak enak. Sampai-sampai pagi ia tidak bisa sarapan karena rasa sakit tersebut.
Saya pun segera meminta dirinya untuk lebih banyak beristirahat. Bahkan saya menyarankan untuk melakukan pengecekan ke dokter terdekat.
Iwan menolak. Katanya, ia tahu penyebab sakitnya ulu hati pagi ini, yaitu semalam ia "kalap" makan. Ia menghabiskan 2 piring nasi dengan lauk pauknya. Ia sadar bahwa tindakannya keliru. Dalam perjalanan seperti ini tidak seharusnya ia melalap makanan terlalu banyak.
Alasan kedua adalah karena hari ini hari Jumat. Ia ingin menikmati Jumat dan bersholat Jumat di kota Jambi.

Berikut ini beberapa dokumentasi yang saya "ambil" dari medsos:
Saat di Pekanbaru, bersama sahabat LibuRun Indorunner Pekanbaru

Di Jembatan Gentala Arasy, kota Jambi

Muncul di Koran Metro Jambi edisi 8 Mei 2015

Bersama sahabat-sahabat di kota Jambi

Diceritakan oleh Kuwat Slamet

Day 35 - Day 38 Lari Aceh Jakarta 2015

 Day 35, Minggu, 3 Mei 2015

Menjelang siang ini Iwan mengirimkan kabar bahwa 4 kilometer lagi ia akan memasuki wilayah provinsi Jambi. Kondisi fisiknya masih cukup baik. Namun ia mengeluhkan mahalnya harga makanan di wilayah Riau. "Barusan gw beli nasi 10 ribu cuma dapet nasi sama daun pepaya, kuah sayur, dan sambel. Riau memang mahal banget."

Menjelang malam, saya bertanya tentang posisinya. Pukul 20.27 ia mengirimkan sms, "gw lupa liat plang tulisan daerah mana ini. Tapi yang jelas gw di km 150 dari kota Jambi. Gw di SPBU saat ini."


Day 36, Senin, 4 Mei 2015

Sepanjang pagi hingga menjelang sore Iwan tidak mengirimkan kabar. Pukul 19.34 barulah ia mengirimkan sms, "Gila gw lari nembus hutan sawit yang panjang. Gw nyerah. Gw stop numpang nginap di bedeng sawit."
Ia melanjutkan sms-nya, "ada warung, ke depan masih 10 km."

Pukul 19.53 ia kembali mengirimkan sms, "gw tadi bener-bener stres salah baca keadaan. Untung bapak karyawan sawit yang tinggal di bedeng baik. Gw langsung dibikinin teh hangat. Bapak ini orang Nias."

Day 37, Selasa, 5 Mei 2015

Seperti hari kemarin, Iwan baru mengirimkan kabar saat hari telah gelap.
Pukul 21.13: "Gw di SPBU 45 km dari kota Jambi. Tapi gw di evakuasi temen ke kota. Besok dibalikin lagi ke sini."

Day 38, Rabu, 6 Mei 2015

Pukul 11.31: "Gw dah di gapura kota Jambi. Gw nyantai dulu ada temen mau ke sini."

Diceritakan oleh Kuwat Slamet



Saturday, May 02, 2015

Day 34 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 34, Sabtu, 2 Mei 2015


Pagi ini saya tidak mendapat kabar dari Iwan. Menjelang sore barulah ia mengirimkan sms, yang isinya mengabarkan bahwa ia telah berada di daerah Keritang, Indragiri Hilir, Riau. Malam ini ia menumpang nginap pada sebuah SPBU.
Iwan sempat berkomentar tentang SPBU tersebut. Menurutnya, SPBU ini manteb karena bersih banget.
Ada sedikit keluhan yang Iwan sampaikan pada saya yaitu mahalnya harga makanan di daerah ini hehehe.

Rute tempuh hingga hari ke-34
Diceritakan oleh Kuwat Slamet

Friday, May 01, 2015

Day 33 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 33, Jumat, 1 Mei 2015


Pagi ini melalui status seorang rekan Iwan, yaitu Erwin Hasim, yang diunggah di medsos, saya mengetahui bahwa pagi tadi Iwan telah dikembalikan ke posisi semula (saat semalam dievakuasi).
Erwin mengabarkan bahwa Iwan telah melanjutkan perjalanannya kembali pagi ini.

Berikut ini kutipan status rekan Erwin : "Pagi ini mas iwan sudah diantarkan lagi dan sudah mulai berlari lagi dari titik td malam berhenti (Kec.lirik, Kab. Indragiri Hulu, Riau). Tetap semangat mas iwan!!"

Menjelang pukul 7 malam Iwan mengirimkan sebuah sms, "Alhamdulillah di Polsek Seberida ditolak mentah-mentah dengan sangat judes sama polisi yang piket."
Beberapa menit berikutnya ia kembali mengirimkan sms, "Sekarang gw numpang tidur di rumah makan orang Jawa, yang biasa truk mampir."

Diceritakan oleh Kuwat Slamet

Day 32 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 32, Kamis, 30 April 2015


Pagi ini Iwan mengabarkan bahwa ia semalam berada di Sorek, Riau dan menumpang menginap pada sebuah mushola yang ada di SPBU. Setelah sarapan, ia bergegas melanjutkan perjalanannya kembali.

Menjelang malam Iwan telah berada di kecamatan Lirik, Riau. Ia mengatakan bahwa hari ini meraih jarak 60 km. Karena hari sudah sangat gelap, seorang sahabat mengevakuasinya ke sebuah hotel yg berjarak 2 km di depan. Esok pagi ia akan dikembalikan ke posisi semula.

Rute tempuh hingga hari ke-32 berdasarkan google maps


Diceritakan oleh Kuwat Slamet

Day 31 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 31, Rabu, 29 April 2015


Kemarin saya tidak mendapatkan kabar dari Iwan. Dan siang ini melalui akun di media sosial Iwan mengabarkan bahwa ia telah berada di Pangkalan Kerinci, Riau.

Foto yang di aplod Iwan di medsos


Diceritakan oleh Kuwat Slamet

Monday, April 27, 2015

Day 29 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 29, Senin, 27 April 2015


Sejak dua minggu lalu saya tidak bisa mengapdet perjalanan Iwan secara harian.
Ia sudah jarang mengirimkan pesan tentang kondisi perjalanannya.

Dua hari lalu, seorang teman saya memberi kabar bahwa ia melihat Iwan saat sedang berlari di rute Duri - Pekanbaru.Teman saya ini sedang dalam perjalanan menuju bandara di Pekanbaru. Ia meminta maaf karena tidak sempat berhenti mengingat ia sedang terburu-buru menuju bandara.

Sabtu malam (25 April 2015), Iwan memberi kabar singkat bahwa ia dalam posisi 23 km menuju kota Pekanbaru dan akan berusaha menggapai kota tersebut meskipun harus berlari dalam gelap.
Ia "mengejar" kota ini karena malam ini ia akan dijamu oleh rekan-rekan dari Indorunner Indonesia.

Menjelang tengah malam, Iwan mengabarkan bahwa dirinya telah menikmati nyamannya hotel Tun Teja, Pekanbaru, hasil jamuan rekan-rekan Indorunner.

Hari ini, Iwan memberikan kabar singkat kembali bahwa ia masih berada di kota Pekanbaru untuk suatu keperluan.

Sudah 1200 km lebih jarak yang ditempuh


Diceritakan oleh Kuwat Slamet

Tuesday, April 21, 2015

Day 23 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 23, Selasa, 21 April 2015


Pagi ini Iwan menulis status pada sebuah media sosial. Berikut statusnya,
"3 hari berturut2, aku tidur dgn nyaman di sbuah hotel atas jamuan temanku n orang yg brbaik hati pdku..rantau prapat,kota pinang n bagan batu, stelah ini aku brsiap kembali utk mncri singgah di spbu,polsek ato mesjid.. pjln itu memang hrus di nikmati..."

rute perjalanan Iwan hingga hari ke-23


Diceritakan oleh Kuwat Slamet

Thursday, April 09, 2015

Day 10 dan 11 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 10, Rabu, 8 April 2015


06.46: Alhamdulillah banget gw bisa kangen-kangenan ama temen-temen Cagar Monisa. 9 tahun mengenang walau ada teman yang nggak bisa hadir.

15.33: Gw di Kuala Simpang.

19.17: Gw barusan lari di hari yang udah gelap yang sepanjang jalan hutan sawit. Alhamdulillah gw nyampe di sebuah SPBU. 4 km lagi gapura batas Sumut.

23.23: Barusan gw di usir dari SPBU. Gw langsung cabut 4km menuju perbatasan. Sekarang di pos polisi perbatasan.



Day 11, Kamis, 9 April 2015

di tugu perbatasan Aceh Sumatera Utara, hari ke-11

06.26: Tapi aman, tadi malam gw bisa tidur dan polisinya baik. Gw nyampe setengah 12 malam. Ini sekarang lagi sarapan.

06.29: Gw sarapan pas di gapura perbatasan Sumut.

11. 53: Gw udah di Besitang.

17.48: Dua hari kurang tidur, tiap hari cuaca panas. Hari ini gw drop. Terpaksa gw di Pangkalan Brandan stop. Medan masih 81 km, artinya Sabtu baru masuk Medan.

Diceritakan oleh Kuwat Slamet

Wednesday, April 08, 2015

Day 09 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 09, Selasa, 7 April 2015


Iwan baru mengabarkan dirinya kepada saya menjelang sore hari.

15.04: Cuaca masih kayak kemarin, panas mencekam tubuh. Es tebu sambil duduk di tempat teduh itu hal yang paling mengasyikkan.

15.17: Dah ach, gw mau cabut lagi. Langsa masih 30km. Nggak tau, dapet nggak nich Langsa hari ini.

19.42: Tadi gw ditolak polisi lagi. Langsa masih 6 km lagi. Gw lanjut aja. Nyari SPBU. Kalo nggak dapet juga, gw mau cari rumah janda aja, biar nyaman hahaha...

20.21: Ditolak polisi ada hikmahnya. Pas mau masuk kota Langsa, gw tanya jalan sama bapak-bapak eh malah dikasih ceban. Allah memang tidak tidur....

20.31: Rejeki nggak di sangka-sangka. Gw tolak, bapak itu marah-marah.

23.18: Gw di Mapala Cagar Monisa Universitas Samudera Langsa. Tadi nyampe jam 9-an malam.

23.21: Gw baru mau mandi nich. Dari tadi gw ngobrol. Anak-anak Mapala 2006 masih inget sama gw.

Diceritakan oleh Kuwat Slamet


Monday, April 06, 2015

Day 08 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 08, Senin, 6 April 2015


rute perjalanan hingga hari ke-8
 Hari ini Iwan mulai kewalahan menghadapi teriknya bumi Aceh. Setelah diterpa panas selama 7 hari kemarin, ia pun sore ini berujar, "cuaca panas banget, lebih panas dari saat lari Jakarta Surabaya Jakarta. Cuaca panas ini bikin bete! Kalo ntar gw nggak kuat, dari Medan gw jalan kaki aja sampe Pekanbaru. Trus dari Pekanbaru gowes sepeda aja. Tapi....ini baru khayalan."

Saat saya mengatakan bahwa ia tak perlu malu menyatakan kalah pada alam, ia membalas sms, "semangat gw masih 99%. Yang penting dari Medan ada suntikan."

Kata suntikan di sini dimaknai bahwa ia perlu asupan gizi lebih saat tiba di Medan nanti hehehe...

"Peredam panas baru ke jawab nich. Gw mesti nutup kuping kanan-kiri dengan kain kayak perjalanan jalan kaki. Mudah-mudahan bisa mengurangi bete."

SMS-SMS di atas ia kirimkan antara pukul 16.05 - 16.42 WIB.

Sms lainnya yang saya terima:

19.12: Gw nginep di SPBU di daerah Idi.

19.49: Cobaan terberat sampe saat ini: cuaca yang panasnya aje gile...! Seperti yang gw bilang kemarin, kalo telor di taru aspal, nggak ada setengah jam bisa mateng!

19.52: Gw setelah melewati Sigli dah nggak bisa buka facebook. Jaringan internet indosat eror! Terakhir bisa posting di fb adalah batu kilometer Sigli 5km.

Diceritakan oleh Kuwat Slamet

Sunday, April 05, 2015

Day 07 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 07, Minggu, 5 April 2015


Pagi sekali Iwan sempat mengirimkan kabar kepada saya. Setelah itu, hingga hampir pukul 8 malam ia tidak memberi kabar kembali. Saya sempat berpikir apakah ia berada di area blank spot ataukah ia masih sedang berlari.

07.38: walau baru seminggu tapi perjalanan ini terasa seperti sudah sebulan. Mungkin karena faktor home sick dan cuaca yang sangat panas yang bikin jemu.

Sore menjelang magrin, saya mengirim sms dan tidak mendapat jawaban.
Ba'da Isya, saya coba mengirim sms lagi menanyakan posisinya dan kembali tidak mendapat jawaban.
Saya pun mencoba menelponnya. Alhamdulillah nada sambung meskipun tidak diangkat.

Setelah saya sms dan telepon beberapa kali, pukul 20.20 ia membalas sms saya:
Sori tadi lagi makan, nggak tau hape bunyi. Soalnya hape gw silent tiap hari. Gw di Panton Labu, di pos lantas. Gw hari ini lari sekitar 51 km.

Diceritakan oleh Kuwat Slamet