Sunday, March 29, 2015

Lari ACEH - JAKARTA 2015


Menjelang malam di hari Sabtu, 28 Maret 2015 Iwan meninggalkan Sunter Agung, Jakarta Utara dan  berpamitan pada sang kakak. Malam itu Iwan menuju rumah saya di Pondok Aren, Tangerang Selatan menggunakan sepeda motor. Saat tiba di rumah saya, jam sudah menunjukkan pukul hampir 11 malam. Rupanya, sebelum ke rumah saya, Iwan menyempatkan bertemu rekan-rekannya di Rempoa.
Ya, malam ini Iwan menginap di rumah saya karena esok hari Iwan akan menuju Bandara Soekarno Hatta untuk selanjutnya terbang menuju tanah Rencong, Aceh.
Minggu, 29 Maret 2015 sekitar pukul setengah 10, saya mengantar Iwan menuju Bandara Soeta. Jadwal penerbangan sesungguhnya adalah pukul 08.50. Namun karena alasan teknis, service center maskapai menginformasikan bahwa penerbangan pada jam tersebut ditiadakan dan diganti menjadi pukul 11.50.
Karena tak ada pilihan lagi, maka pemindahan jadwal terpaksa Iwan terima. Toh ia sudah menjadwalkan jauh-jauh hari bahwa hari ini (Minggu, 29 Maret 2015) ia akan ke Banda Aceh.

Menjelang setengah sebelas, Iwan pamit padaku untuk masuk ke dalam bandara. Sebelumnya ia telah check in. Pukul 11.11 ia mengabarkan bahwa ia telah berada di gate B1. Dan pukul 11.46 ia mengatakan telah berada di dalam pesawat.


Pukul 14.24 Iwan mengabarkan kembali melalui HP bahwa ia sedang transit di Medan.
Pukul 16.53 mengabarkan ia telah sampai di Bandara Iskandar Muda, Aceh. Ia menunggu jemputan seorang teman.
Pukul 17.33 mengabarkan bahwa ia tengah berada di dalam masjid Baitul Rahman.
Ini adalah sms Iwan pada pukul 19.32, "Magrib pertama sungguh nikmat di masjid raya Baitul Rahman yang sejuk full AC".

Pukul 21.05: "Gw malam ini nginep di tempat teman. Di toko air isi ulang milik kakaknya. Gak boleh tidur di rumahnya. Karena temen gw ini cewek".


Diceritakan oleh Kuwat Slamet