Tuesday, November 29, 2011

Coretan Perjalananku JALAN KAKI JAKARTA - GUNUNG SEMERU - JAKARTA 2011 (Part 3)


Perjalanan dari nganjuk aku melewati jalur yang sudah kurancang dari jakarta sebelum aku berangkat. aku melewati kota madiun, ngawi, solo, klaten, jogya, purworejo, kebumen dan seterusnya ke arah barat sampai kecamatan wangon yang sudah mendekati perbatasan jawa tengah dan jawa timur.
Namun sebelumnya di madiun, aku sempatkan mampir dan singgah dimakam almarhum bapakku tercinta, disini aku selalu membersihkan makamnya saat aku datang dan mengirimkan doa untuknya agar bapakku tenang dan damai di alam kuburnya.
Aku sudah berkomitmen bahwa setiap perjalanan petualanganku  jika melewati jawatimur, aku mewajibkan diri untuk menengok makam bapak. karna kematiannya sangat memukul jiwa dan kehidupanku. masih jelas dalam ingatanku saat aku mendapat kabar kematian bapakku, aku sedang berada di ujung timur pulau flores dalam perjalanan bersepeda seorang diri tahun 2006. saat itu aku benar2 sedih dan menangis sejadi2nya dan tak menyangka kalo bapakku secepat itu pergi meningglkanku, apalagi dalam keberadaanku yang jauh dari rumah.
Bapakku adalah yang menjadi idola dalam hidupku, bagaimana tidak, bapakku adalah orang yang sangat jujur dan berpola hidup sederhana. maka ga heran kalo kematian bapak sangat membuatku sedih. kematiannya membuat semua saudaraku dan ibu mengalami duka yang sangat dalam. kecintaan kami pada bapak memang sama. bapak adalah panutan dan idola dalam keluarga kami. jasad bapak lalu dimakamkan ditanah kelahiran di madiun disebuah desa kecil yang masih lumayan asri untuk dinikmati..
Dan saat pemakamannya aku masih sempat diberi takdir bisa menghadirinya walau sepeda yang kugunakan berpetualang saat itu harus rela dijual untuk menambah ongkos perjalanan dari maumere ke madiun.
Setelah selesai membersihkan makam dan mengirim doa untuk bapak, aku lalu melanjutkan perjalanan kembali.

Ketika aku sudah mencapai kecamatan wangon, langkahku kualihkan kearah utara, kearah ajibarang dan akan melewati bumiayu prupuk dan kembali ke jalur pantura. rencana semula yang akan melewati ciamis bandung dan bogor, melalui jalur selatan aku batalkan dengan berbagai pertimbangan dan pemikiran. aku merasa saat itu aku sedang tidak mood melewati daerah itu, selain aku tidak mempunyai titik nyaman dijalur itu, aku juga malas dengan jalur yang menanjak dan agak dingin. sedang jalur kembali kearah pantura, aku berpikir kalo aku bisa istirahat didua tempat yaitu losari dan cirebon karna didua titik itu aku bisa rest sepuasnya ditempat teman2ku.
Apalagi melewati kearah jalan ini, aku mempunyai jalur favorit yaitu antara prupuk - ketanggungan, sebuah jalur yang selalu membuatku nyaman. aku selalu merindukan jalan ini, sebuah jalur perenungan yang membuatku damai.

Tatkala aku melangkah di suatu pagi setelah bermalam di sebuah spbu ajibarang, aku melewati jalan yang dipinggirnya mengalir sungai yang lumayan besar. tanpa ragu aku turun ke sungai untuk mandi pagi, subhanallah sungguh terasa nikmat rasanya, tak terbayangkan hal yg terindah selama perjalanan jalan kaki ini, aku merasa baru kali ini aku bisa mandi dalam keadaan yang sangat alami dan menjiwai kebebasan. aku menikmati segarnya air sungai, indahnya bebatuan dan asrinya pepohonan pinggir sungai. rasanya aku ingin berlama lama mandi di sungai itu, menit tiap menit, aku benar2 merasakan kenyamananya. aku teduh dan juga menghikmah pagi yang indah itu.
sebuah rasa syukur kutemukan dipinggiran jalan di sebuah sungai.

Segar sudah kurasa, aku melanjutkan kembali langkahku menuju prupuk, diprupuk aku bermalam kembali pada sebuah spbu dan tidur di mushola nya. spbu  prupuk ini adalah yang ketiga aku biasa menumpang bermalam setiap aku melewati jalur ini. spbu ini sangat nyaman, aman dan strategis. dan ditempat ini untuk kali pertama aku mendapat haru yang biru menangis deras karna membaca sebuah tulisan sebuah kertas yang di tempel dinding mushola. yaitu sebuah kisah menjelang akhir hidup Rasulluloh, disitu dijelaskan sejarah menceritakan saat menjelang kematiannya, Rasul sempat merasakan sakit yang sangat saat malaikat izroil mengambil roh nya. Rasul sempat berujar karna rasa sakit yang sangat, ingin menannggung beban umatnya jika sedang dalam sakratul maut, dan beliau sempat berujar : umatku umatku umatku sampai tiga kali, yang menandakan beliau sangat cinta dengan umatnya.
sebuah pelajaran yang kudapat dari sejarah Rosul, yang membuatku terharu dan menangis hebat. aku ga bisa membayangkan, bagaimana tidak, seorang Rosullulloh manusia yang paling mulia saja masih merasakan sakit disaat sakratul mautnya. apalagi aku yang cuma manusia biasa, yang dalam hidupku selalu berbuat dosa besar. aku juga ga bisa membayangkan rasa sayang Rosul yang sangat besar pada umatnya tanpa melihat dirinya sendiri  akupun tanpa sadar menangis hebat bahkan mataku sampai sembab, aku jadi teringat dosaku pada ibu dan almarhum bapakku selama ini. aku benar2 merasa salah dan banyak dosa yang telah kuperbuat. aku cuma berpikir kelak aku ingin menjadi orang yang bertobat dan ingin menjadi muslim yang taat pada islam, pada ajaran agamaku tercinta ini.
aku ingin dalam kematianku kelak dalam keadaan husnul khotimah, sebuah kematian yang penghujung ajal dalam keadaan baik..
Lama aku menangis, lama pula airmataku mengalir deras, bahkan menjelang tidurpun aku selalu membayangkan saat kematian Rosul, kecintaan Rosul pada umatnya dan teringat akan banyaknya dosaku. walau agak susah karna bayangan ini, akhirnya aku bisa tertidur juga juga menghabiskan malam.

Esoknya setelah solat subuh, aku melanjutkan perjalanan kembali, aku melangkah meninggalkan spbu prupuk ini dalam keadaan masih gelap. matahari belum terbit dan udara masih terasa dingin. aku terus melangkah memulai jalur yang kuanggap favorit di pulau jawa, antara prupuk ketanggungan.
sebuah jalan yang sepi, yang melewati pinggiran kali, ladang dan sawah penduduk. aku juga bisa melihat potret kehidupan pagi penduduk setempat, pergi bekerja ke ladang dan sawahnya masing2.
saat matahari mulai terbit aku bisa merasakan detik tiap detik mulai menghangatnya hari dengan indah, dengan suasana yang tak terlukis dengan kata2. aku bisa menikmati matahari terbit di sebuah suasana yang sepi.
aku terus melangkah dengan sangat menghikmah jalur ini, aku sangat senang dengan suasana jalur ini. aku juga menikmati saat aku turun ke kali untuk membuang hajat, aku bisa merasakan hal seperti ini, yang dilakukan rutin orang desa di pagi hari. paling ga hari ini aku bisa menjadi bagian dari kehidupan penduduk desa.
selesai buang hajat, aku kembali melangkahkan kaki meyusuri sisa jalan menuju ketanggungan. aku tetap terus menikmati jalan ini, jalur favorit ini..

Dijalan ini pula aku kembali menangis, aku berjalan dalam keadaan menangis, kututup wajahku dengan sebuah kain agar aku tak terlihat menangis. aku teringat kembali kisah diakhir hidup nabi Muhammad itu. bayanganku selalu mengalir, aku selalu teringat akan segala dosa2ku, aku gatau berapa besar dosa besarku selama dalam hidupku ini. aku juga teringat akan ibu dan almarhum bapakku.
aku berjalan dengan langkah yang sedih, sungguh sebuah perjalanan antara purupuk ketanggungan, yang menjadikanku sbuah pelajaran yang berharga. mudah2an kedepannya aku bisa lebih baik lagi dalam menghadapi hidup ini. aku harus bisa lebih belajar dari pengalaman perjalana jalan kaki ini.amin..

Tiba di ketanggungan hari sudah melewati siang, aku terus melangkahkan kakiku. aku berusaha menggapai kecamatan losari hari ini. aku ingin bermalam dirumah temanku, agar aku bisa melepas lelah dengan santai dan nyaman. dalam langkahku yang lelah hari ini, aku mencoba terus berusaha, mencapai losari.
akhirnya aku bisa mencapai losari dan tiba di rumah temanku sekitar jam 8 malam kurang. sungguh perjalanan yang kurasa cukup jauh dan cukup melelahkan langkahku ini.
Temanku, ganda seorang pedagang cabe dipasar bambu kuning dekat tempatku tinggal, menerimaku dengan senang hati, dia memang aku kontak via hp sehari sebelumnya. kebetulan dia sedang off dagang, karna giliran dengan temannya. ganda berdagang dengan sistem bergantian atau aplusan. saat ini dia sedang mendapat off, sedang teman aplusnya mendapat jatah waktu berdagang. ganda maupun temannya itu, akan ke jakarta disaat aplus dagang sudah waktunya. biasanya mereka saling bergantian aplus selama 2minggu masa dagang.

Masuk rumah, aku langsung merebahkan diri di lantai menghilangkan perasaan penat dan lelah. sedang ganda menyediakan es teh dan makanan kecil. sambil melepas lelah, ganda banyak bertanya tentang perjalananku ini, aku hanya bisa bercerita seadanya karna kondisiku emang sedang lelah. namun sebisa mungkin aku bercerita dengan serius agar dia bisa puas mendengar cerita perjalananku. aku juga mempersilahkan dia melihat foto2 yang aku punya yang aku abadikan dalam hp ku..
Kunikmati segelas es teh dan makanan kecil dimeja dengan santai namun penuh nafsu..maklum perjalanan jalan kaki selalu menghasilkan perasaan haus dan lapar. makanya sajian yg disediakan ganda aku habisi dgn perlahan tapi pasti.
Setelah itu aku mandi, solat dan istirahat. aku tidur dilantai beralas karpet di depan tv. aku memilih dilantai walau ganda menyuruhku tidur di kamar. bagiku tidur dimanapun gada masalah selama suasananya nyaman. akupun bisa menghabiskan malam dgn lelap..
Esok paginya aku terbangun dengan tubuh terasa segar, sedang ganda sudah menyediakan sarapan pagi dan teh hangat. mulanya aku berencana untuk langsung melanjutkan perjalanan kembali tapi karna suasana rumah temanku ini begitu nyaman, aku akhirnya menambah satu hari lagi istirahat disini.
Seharian aku hanya menonton tv dan tidur saja. gada aktivitas yang berarti.
Aku berterima kasih banyak pada ganda, aku ga bisa melupakan kebaikannya sudah bersedia memberiku tempat beristirahat. Dan saat kupamit untuk melanjutkan perjalanan kembali esok harinya, kugenggam erat tangannya, aku benar2 merasa berutang budi padanya.
aku juga tak lupa akan persinggahanku 2 tahun yang lalu dirumahnya saat aku pulang dari bali setelah melakukan perjalanan bersepeda keliling sulawesi. aku benar sangat berterima kasih padanya.

Kutinggalkan rumahnya dengan langkah penuh semangat menuju cirebon, aku hanya berpikir kelak beberapa hari nanti saat aku sudah tiba dijakrta dan dia sudah aplus dagang, aku bisa ngobrol lagi dan berterima kasih lagi padanya.

kulangkahkan kakiku menyusuri jalan raya losari menuju cirebon, hari mulai panas walau pagi baru menunjukkan jam 8 pagi. sinar matahari sudah tajam menghujam ke kulitku. namun aku tetap ga peduli, aku terus melangkah. aku hanya mencoba  mengingat jalur ini, hampir dua bulan yang lalu, saat aku memulai perjalanan berangkat.
jalan ini pernah kulalui dalam perjalanan berangkat dengan semangat yang masih tinggi. kini kulalui kembali dengan perasaan santai. setiap langkah yang kugerakkan, aku berusaha mengingat jengkal tiap jengkal jalur ini, aku juga mengingat kejadian dan pelajaran dari orang gila yg kutemui diantara cirebon losari ini.

masih ingat dalam bayanganku saat aku melangkah dari cirebon ke losari, aku bertemu seorang lelaki gila yg berumur sekitar setengah abad lebih. didepanku melangkah seorang gila yang berjalan pelan sambil memunguti beberapa puntung rokok untuk dijadikan stok dan dihisap. dengan spontan kuberi dia 2 batang rokok dan juga kunyalakan dengan korek apiku. sesaat aku memberi rokok, kutinggalkan dia dan terus berjalan. sampai aku istirahat di pinggir jalan untuk istirahat sejenak setelah berjalan lumayan jauh. tak lama tanpa disangka, bapak itu sudah sampai didekatku sambil melangkah santai. aku kaget ga menyangka, langkahnya yang pelan tapi sudah bisa ada didepanku padahal perasaan, aku baru rest sejenak. dan aku juga sangat yakin bahwa jarak aku melangkah dgn bapak itu cukuplah jauh, sekitr 2-3kilo.akupun bangkit dari duduk dan melanjutkan perjalanan dengan menyalip orang gila itu. dengan senyum aku menegur bapak itu..
setelah jauh aku melangkah, kembali aku istirahat dipinggir jalan untuk merenggangkan  dan melemaskan otot kaki sambil menghisap rokok. tanpa diduga kembali orang gila itu tahu2 sudah sampai didekatku. kejadian seperti ini sampai tiga kali. hingga pertemuan ke empat, aku menyalip dan tiba di losari untuk menginap dirumah temanku. aku ga berpikir lagi tentang orang gila itu. aku hanya berpikir mungkin tujuannya hanyalah dari cirebon ke losari. dan kini mungkin sudah tidur dipinggir jalan karna lelah.
jarak segitupun bagiku adalah jarak yang lumayan jauh dan aku sangat kagum dengan langkahnya, seorang gila mampu melangkah dengan santai tapi bisa mengimbangi langkahku, orang yang normal dan masih muda. malam itu aku tertidur pulas dirumah temanku, tanpa memikirkan pertemuan dengan oranggila itu.
(bersambung...)

No comments: