Monday, May 11, 2015

Day 42 Lari Aceh Jakarta 2015

Day 42, Minggu, 10 Mei 2015


Pukul 7.16 Iwan mengirimkan sms pertanyaan pada saya, "Perkiraan kenapa ya ulu hati kanan nyeri. Maag atau apa? Mungkin ini gara-gara makan kenyang, banyak ngopi, dan rokok selama di Jambi?"

Membaca sms ini saya cukup terkejut. Segera saya balas, "Astagfirullah....dah tau lagi lari jarak jauh ya kok ngopi dan ngerokok. Kalo nyeri di sebelah kanan semoga bukan jantung."

Saya mencoba menasihati Iwan untuk melakukan gaya hidup yang lebih sehat selama dalam perjalanan. Saya pun mengajarkan dia untuk melakukan beberapa gerakan terapi dan pengaturan pernafasan.
Tak lupa, saya memintanya kembali agar ia mau memeriksakan dirinya ke dokter saat tiba di sebuah kota yang agak besar.
Iwan pun berjanji untuk melakukan nasihat saya.

Pukul 12.32 Iwan kembali mengirimkan sms, "biasanya tengah hari gini gw kuat lari nonstop 10-15 km tapi sekarang payah. Karena nyeri lambung cuma bisa lari 5 km."
Saya pun menjawab agar ia tidak memaksakan diri. Sekuatnya saja.

Pukul 15.49: "Gw tidur pules banget 2 jam. Bangun langsung mandi dan sholat. Posisi gw di masjid di Bayung Lencir, Kabupaten Muba."

Pukul 16.04: "kayaknya gw mau sakit, lari gampang lemes. Lari nonstop aja cuma kuat 5 kilometer. Ntar di Palembang gw mau rest total.""Ini faktor cuaca juga. Hari ini panas banget kayak pas waktu mau masuk Jambi."

Pukul 16.10: "Gw lari pelan-pelan aja yang penting jaga kondisi daripada nggak bergerak. Syukur-syukur bisa dapet 10-an km".

Pukul 19.13: "Gw numpang nginap di warung makan pinggir jalan. Gw beli nasi tapi duitnya nggak diterima. Mudah-mudahan pemilik warung ini dilimpahkan rezeki yang lebih besar."


Karya sahabat Jimmy Drago untuk Iwan:

Diceritakan oleh Kuwat Slamet