Friday, May 16, 2014

Perjalanan 2014: Lari Jakarta Surabaya PP, Hari ke-40

Jumat, 16 Mei 2014 (hari ke-40)


"Pombensin kecil tapi bersih. Mushola nya full ac. Dan yang paling penting sangat aman (depan ada polsek)" (06:40)

"Pagi ini gw dapet berkah dari sebuah warung nasi. Untuk ngirit karena duit nipis, gw beli nasi 5 ribu sedapetnya aja. Eh malah dikasih nasi sayur tumis daun pepaya, bihun, sambel, 2 perkedel. Ditambah gw dikasih seplastik teh manis dan 2 pisang. Gw yakin harga aslinya pasti lebih dari 10 ribu. Mudah-mudahan kebaikan pemilik warung menjadi keberkahan bagi hidupnya." (07:41)

"Gw nggak lewat Purwokerto. Gw via Wangon. Langsung nongol di Ajibarang." (13:46)

"Besok target gw paling deket Prupuk." (14:05)

"Gw udah di Ajibarang." (17:35)

"Ajibarang manteb, kulinernya banyak banget. Macem-macem. Tapi gw mesti nyari yang murah. Udah tipis dana lari." (17:41)

"Ajibarang yang kurang manteb: nggak ada angkringan." (17:48)

"Celingak-celinguk cari angkringan nggak ada. Tempe penyet juga manteb lah. Lumayan enak banget. Nambah tenaga. Gw mau lari dikit lagi nyari pombensin di depan." (18:13)

"Gw nggak jadi lari. Gw stay di pombensin Ajibarang ajalah." (18:36)

"Gw kembali ke tahun 2011: gw nginep di pombensin yang sama." (19:01)

"Gw tidur di posisi yang sama 3 tahun lalu: di sudut halama mushola pombensin." (19:11)

"Kalo fisik kuat dan bisa ngikutin titik-titik berhenti jejak jalan kaki tahun 2011, berarti Jakarta 9 hari lagi." (19:16)

"Insya Allah senin siang gw udah masuk Cirebon." (19:21)

Dikisahkan oleh Kuwat Slamet