Wednesday, May 07, 2014

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya, Hari ke-31.

Rabu, 7 April 2014


Pagi ini Iwan melanjutkan "pelarian"-nya menuju Madiun dan Ngawi.

"Bangun tidur, subuhan trus langsung lari sejauh 5km. Trus minggir cari nasi pecel. Bentar lagi masuk kota Madiun." (07:00)

"Gw di stasiun Madiun lagi ambil kaos League yang dipaketkan dari jakarta. Kaos lama gw buang di tempat sampah." (09:13)

"Cuaca panas, gw baru di Maospati. Lari terik matahari emang berat. Bisa lari per-3km aja udah lumayan." (11:55)

"Gw udah nyampe kecamatan Karangrejo. Sekarang lagi menuju ke makam Bapak" * (14:34)

"Lari malam untuk target Ngawi." (18:25)

"Gw lagi santai di indomaret. Beli minum sekalian numpang ngecas hp di halamannya. Gw udah di pinggir kota Ngawi. Tinggal nyari pombensin." (19:37)

"Gw tidur di mess pemain bola, samping stadion Ngawi. Ada temen yang pengen ketemu." (19:58)

*catatan: dalam setiap perjalanannya, Iwan selalu menyempatkan diri mampir ke makam ayahanda di desa Patihan, kecamatan Karangrejo, Magetan. Ia tidak pernah melupakan kisah kepergian sang Ayahanda di saat ia sedang bersepeda menuju Larantuka, NTT di tahun 2006 dalam perjalanan bersepeda seorang dirinya dengan rute: Jakarta - Pulau We, Aceh - Jakarta - Larantuka - Jakarta.
Baca kisahnya di sini: saat kepedihan itu datang

Dikisahkan oleh Kuwat Slamet