Wednesday, May 21, 2014

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya PP, hari ke-41 s.d. ke-45

Wuihhh 5 hari sudah saya tidak bisa meng-update blog ini. gara-garanya, ada urusan di luar kota. Ya sudah, tepaksa laporannya saya gabungkan dari hari Sabtu, 17 Mei 2014 s.d. Rabu, 21 Mei 2014.

Sabtu, 17 Mei 2014 (Hari ke-41)

"Gw lagi mandi dan boker di sungai tempat gw dulu juga singgah sewaktu jalan kaki 2011." (06:43)

"Tadi pagi jam 4 gw udah bangun karena udara dingin. Maklum Ajibarang deket perbukitan." (06:52)

"Gw baru kelar mandi nich lagi nunggu kering." (07:01)

"Pagi ini cuaca redup mendung." (07:55)

"Gw udah di Bumiayu." (09:06)

"Dari kecamatan Payuyangan jalan menurun ke Bumiayu. Gw nahan dengkul. Dari Bumiayu ninggalin kotanya jalan menanjak. Gw nahan betis." (11:03)

"Masuk Bumiayu tadi cuaca udah panas lagi." (11:04)

"Kadang di saat gw lari di jalanan sepi dan di bawah terik matahari gw merasa kayak orang gila. Kendaraan yang lewat satu-satu itu cuma ngeliat heran." (16:17)

"Gw udah di Prupuk." (16:18)

"Jalur yang gw lewati asik, sepi. Nyusuri pinggiran kali dan pesawahan." (16:38)

"Gw mau nggak mau lari malam. Di Ketanggungan ada temen cs gw. Kalau pun nggak dapet Ketanggungan, ntar bisa di jemput evakuasi. Paginya di balikin." (17:53)

"Gw pasang lampu depan belakang." (18:00)

"Tadi pas di tempat gelap ada ibu-ibu entah dari mana di pinggir jalan. Dia teriak kenceng begitu pas dia nengok mau nyeberang liat gw. hehehhe gw di sangka setan kali." (18:33)

"Gw bingung, kalo lari malam gw kok malah manteb. Apa faktor karena nggak panas ya." (18:34)

"Lari kayak sekarang di jalur Prupuk Ketanggungan, lari malam yang gelapnya pekat ditambah sepi. Penerangan cuma dari kendaraan yang lewat. Butuh mental dan cinta jalan raya." (18:40)

"Gw udah di Larangan. Ketanggungan kata temen gw 7 km lagi." (19:21)

"Satu setengah jam lalu gw dah sampe di rumah temen gw." (23:14)

"Gila! Jalur yang gw takutin untuk lari malam akhirnya bisa gw lewati juga!" (23:17)


Minggu, 18 Mei 2014 (Hari ke-42)

"Tadi pagi gw lari 3km untuk bayar utang karena malam di evakuasi temen agar tidur nyaman di rumahnya. Sekarang gw baru mau start karena gw di jamu makan dulu." (09:24)

"Gw udah di Losari." (12:12)

"Nyampe di Losari di rumah Endung juragan es balok langsung disuguhi es timun suri. manteb..." (13:58)

"Gw baru sampe di Mundu." (19:16)

"Gw udah di balai diklat Cirebon." (21:18)


Senin, 19 Mei 2014 (Hari ke-43)

"Mudah-mudah perjalanan Cirebon Jakarta bisa dibikin rileks dan nggak ada halangan. Bisa masuk jakarta hari sabtu sesuai perkiraan gw." (19:45)

"Hari ini gw ngerasain panas yang manteb. Jam 2 mau lanjut aja. jadi mulur setengah jam." (14:25)

"Gw nginep di pombensin." (19:25)


Selasa, 20 Mei 2014 (Hari ke-44)

"Gw udah di Losarang. Rest siang di mesjid." (11:39)

"Gw udah di Kandanghaur. Gw jadi inget waktu berangkat di kasih nginep di PLN Kandanghaur. (15:57)

"Kadang waktu adalah kenangan. Dan kenangan yang mengharukan karena perjalanan ini diberi simpati adalah kedamaian. Terima kasih karyawan-karyawan PLN Kandanghaur atas kebaikan kalian tetap kuingat. Di antara letih dan kantukku saat itu, aku sudah diberi tempat bermalam yang sangat nyaman. Sekali lagi terima kasih." (16:02)

"Di pekuburan Kandanghaur, truk besar, truk gandeng, truk kontener, bus atau mobil pribadi yang biasa ngebut dan suka nyalip, tadi gw salipin semua. Mereka pada kena macet. Cuma gw yang bisa selap selip." (16:43)

"Gw udah di Eretan Wetan." (16:49)

"Gw udah di Patrol." (18:57)

"Gw nginep di masjid Patrol, seperti perjalanan tahun lalu 2013. Juga seperti rest siang waktu perjalanan gw berangkat sebulan lalu." (20:28)


Rabu, 21 Mei 2014 (Hari ke-45)

"Sukra macet total. Gw lari juga jadi sengsara." (07:28)

"macetnya lumayan panjang. Sekitar 5km. Tuh supir pasti pada puyeng." (20:04)

"Gw di Pamanukan. Cuaca panas banget." (11::33)

"Tiduran di halaman masjid dengan angin yang sepoi-sepoi bikin terlena." (13:18)

"Mau mandi dulu. Sholat trus cari makan. Trus lanjut." (13:21)

"Gw di Sukamandi, Ciasem." (16:06)

"Cirebon Jakarta kalo naik sepeda, start jam 7 pagi nyampe jam 7 malem. Eh jalan kaki/ lari 6 hari baru nyampe." (16:09)

"Asem, barusan gw papasan sama orang gila cewek. Eh orang gilanya buang ludah. Sialan di kata gw lebih bau dari dia kali." (16:20)

"Gw di Sukamandi, Ciasem." (16:35)

"Alhamdulillah habis rest siang tadi kaki gw lebih enak. Bisa lari lebih lama dan cepet. Padahal dari bangun pagi pergelangan kaku kanan gw sakit banget. Sekarang gw udah di Patokbesi." (17:10)

"Gw nginep di gudang Bulog Patokbesi." (19:27)

"Namanya Kang Uyuh. Orangnya pendek, sederhana, dan sangat santun. Dia hanya seorang tukang sapu di gudang Bulog. Aku mulai mengenalnya saat dalam perjalanan keberangkatan lari. Aku nggak sengaja rest di rest di depan gudang Bulog yang akhirnya gw beranikan diri untuk masuk minta air minum. Saat itu satpam sedang nggak ada. Hanya ada Kang Uyuh yang menyambutku dengan senyum. Sedikitpun dia nggak curiga dengan penampilanku yang urakan. Tapi dia malah ramah memberi air minum. Bahkan menyilahkan mandi dan membuatkan segelas kopi. Ah Kang Uyuh sosok sederhana yang sangat bisa kujadikan inspirasi." (19:36)

"Dan saat aku berlari sekarang dalam menuju pulang, aku kemalaman. Hari udah gelap dan bayanganku adalah mencari posisi gudang Bulog. Dan alhamdulillah akhirnya ketemu. Aku pun bergegas masuk ke dalam. Huff alangkah senengnya bisa ketemu Kang Uyuh. Kang Uyuh pun senyum dan menyambut ramah. Aku pun diizinkan untuk bermalam." (19:43)

"Siapa Kang Uyuh? Aku kaget bukan kepalang saat seorang satpam bercerita tentang nya. Kang Uyuh cuma seorang tukang sapu namun pribadinya sangat ramah dan sopan. Bahkan kepala gudang bulog di sini sangat sayang dengannya. Kang Uyuh nggak hanya ramah sama karyawan, kuli atau satpam tempatnya bekerja tapi dia ramah sama orang gila. Kerap dia menawarkan makan pada orang gila. Pantas saat aku duduk seorang gila masuk ke dalam cuma sekedar cium tangan Kang Uyuh. Huf nggak habis pikir aku. Aku bersyukur di petualanganku kali ini aku dipertemukan dengan orang yang bisa membuka mata hati ini lebih melihat tentang keramahan." (19:52")
Bersama Kang Uyuh, sosok sederhana, ramah, dan baik hati

Dikisahkan oleh Kuwat Slamet