Tuesday, April 29, 2014

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya PP, hari ke-23

Selasa, 29 April 2014


Semalam Iwan menumpang nginap di sebuah pombensin yang mengarah ke daerah Krian Surabaya. Untuk pulang kembali ke Jakarta Iwan memilih jalur Selatan.

"Gw dah ngopi dan sarapan. Hari ini menuju Mojokerto." (0610)

"Bangun pagi pergelangan kaki kanan gw sakit banget. Lari 100 meter gw nggak kuat. Langsung berhenti. Trus gw pijet-pijet dan latih gerak sambil berdoa. Setelah sekitar 15 menitan gw lari lagi dan Alhamdulillah ternyata sudah enakan bahkan nggak berhenti sampe denger 20 lagu via earphone." (08:14)

"Nggak sengaja gw berhenti di sebuah mushola pinggir jalan yang ternyata dalam lingkungan kantor desa. Alangkah kagetnya gw melihat halaman mushola yang sangat kotor. Keramik lantai kotor dengan debu. Sepertinya tidak ada yang merawat mushola ini. Gw menuju samping mushola untuk ambil wudhu. Airnya mengalir bagus. Bahkan saat gw masuk ke kamar mandi, di dalamnya pun tidak tercium bau. Hanya saja tidak ada ember ataupun gayung. Akhirnya gw putuskan mandi sebelum berwudhu dengan posisi berjongkok. Saat masuk ke dalam mushola terhampar karpet hijau menyamping bergambar kubah masjid. Mirip seperti sajadah yang di jejer. Selesai sholat, alangkah kagetnya gw karena ternyata karpet tersebut telah ditumbuhi jamur payung kecil berwarna putih. Ini menandakan musholah ini tidak pernah dijamah oleh karyawan kantor desa. Sungguh menyedihkan musholah ini sepertinya hanya sebuah simbol saja. Bangunan yang cukup bagus ini tidak dipergunakan sebagai tempat beribadah bagi mereka. Sungguh miris..." (12:36)

"Tiga kuku jari kaki kanan sudah lepas. Manteb ya :)" (14:48)

"Kaos kaki gw nggak kering setelah dicuci dan dijemur. Karena saat itu nggak ada matahari. Padahal saat gw berlari matahari malah nongol. Mau nggak mau gw lari tanpa make kaos kaki." (15:52)

"Asem. Biasanya gw lewat Mojokerto lewat jalan arteri. Eh nyobain masuk dalam kota malah bingung gw walau akhirnya berhasil keluar juga." (16:50)

"Gw lari malam sekarang pake lampu. Di kasih sama anak Indorunners Surabaya." (18:43)

"Nih posisi tempat tidur mantep amat. Pombensin sebelahnya ada masjid gede yang halaman luas. Tapi gw milih tidur di pombensin". (20:17)


Dikisahkan oleh Kuwat Slamet