Tuesday, April 22, 2014

Petualangan 2014: Lari Jakarta Surabaya, hari ke-17

Selasa, 22 April 2014


"Semalam tidur kurang puas karena gw tidur penuh waspada ngeliat di sekeliling banyak orang." (06:28)

"Pagi lari santai 3km cuma buat nyari masjid numpang boker." (07:13)

"Gw udah masuk wilayah Kudus. Berarti dari pombensin cuma sekitar 4km untuk masuk wilayah Kudus." (07:44)

"Asem! Barusan gw amprokan ama orang gila. Eh orang gila minggir nggak berani papasan ama gw." (07:48)
"Orang waras ama nggak waras sama aja kalo papasan ama gw: suka minggir. Asem bener. Dianggapnya gw demit kali." (07:50)

"Hari ini bener-bener males lari. Matahari tajam banget dari arah depan." (08:28)

"Kota-kota yang gw lewati ini termasuk Kudus familiar banget di mata ini. Terasa baru kemarin main ke sini." (09:52)

"Rasa malas kadang muncul. Gini hari lari baru dapet 12km. Maunya nongkrong aja ngopi. Minum es atau liat-liat suasana..." (10:07)

"Di sebuah mushola kecil ku lepas lelah siang tadi.  Tak di sangka gw nemuin sedikit makna dari seorang bapak tukang parkir. Perjalanan ini memang tempat untuk belajar." (14:55)

"Gw lagi di sebuah masjid kecil di pinggir jalan 7km arah Juwono. Biar kecil tapi indah, bersih, dan enak dipandang." (18:20)

"Gw lagi ngejar Juwono. Gw lari melawan arah biar aman." (18:35)

"Akhirnya setelah lari gelap-gelapan melawan arah, sampe juga di Juwono. Kayaknya tadi 9km bukan 7km karena ada batu kilometer yang dobel. Habis ini cari pangkalan untuk istirahat." (19:34)

"Ketika waktu menghampiriku lewat nyanyian jalan raya, kadang aku terkesima. Perlahan airmata hati mengalir." (20:16)

"Gw sekarang udah di pombensin. Nginep di sini." (21:43)

Dikisahkan kembali oleh Kuwat Slamet